Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bolmong ini diawali dengan laporan Kepala Dinas DPPKB, Julin Papuling. Dalam laporannya, ia memaparkan capaian program penanganan stunting sepanjang tahun 2025 serta langkah-langkah strategis yang akan diperkuat melalui sinergi lintas sektor.
Wakil Bupati Dony Lumenta dalam sambutannya menegaskan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak terkait. Menurutnya, percepatan penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. “Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu. Sinergitas lintas sektor menjadi kunci utama agar upaya pencegahan dan penanganan bisa berjalan optimal. Terutama dalam memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan balita,” tegas Wabup.
Ia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, termasuk edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pola makan bergizi, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Rakor ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Bolmong. Seluruh peserta berkomitmen memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah strategis dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bolmong berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak lebih cepat, tepat, dan terukur demi mewujudkan generasi Bolmong yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(*) Editor : Jackly Makaraung