MANADOPOST. ID--Hujan belum juga berhenti ketika suara gemuruh air mulai terdengar dari arah pegunungan di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa siang (27/5/2026). Dalam hitungan menit, aliran air bercampur lumpur menerjang permukiman warga dan mengubah jalan desa menjadi arus deras yang sulit dilalui.
Warga di sejumlah desa berhamburan keluar rumah. Sebagian mencoba menyelamatkan barang-barang penting, sementara lainnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman saat ketinggian air terus meningkat hingga mencapai sekitar satu sampai satu setengah meter.
Arifin, warga Desa Solimandungan, mengaku suasana saat banjir bandang datang begitu mencekam. Air menurutnya datang sangat cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah mereka sejak siang hari. “Air tiba-tiba besar sekali. Kami panik karena arusnya deras dan membawa lumpur. Banyak warga langsung keluar rumah menyelamatkan keluarga dan barang-barang penting,” ujar Arifin.
Bencana banjir dan banjir bandang itu dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow selama tiga hari terakhir. Berdasarkan verifikasi sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bolmong, sedikitnya empat desa terdampak, yakni Desa Komangaan, Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, dan Desa Solimandungan Baru.
Desa Komangaan dilaporkan mengalami banjir biasa akibat meluapnya debit air, sedangkan tiga desa lainnya diterjang banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu dari daerah hulu.
Peristiwa tersebut mulai terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Arus air yang datang tiba-tiba membuat sejumlah warga panik karena genangan dengan cepat merendam rumah-rumah dan akses jalan utama desa.
Di tengah situasi darurat itu, Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta turun langsung meninjau lokasi bencana. Kehadiran kedua petinggi di Bolmong tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap musibah yang melanda warga.
Bupati Yusra dan Wabup Dony mendatangi sejumlah titik terdampak untuk melihat langsung kondisi permukiman warga, akses jalan, serta proses pendataan yang dilakukan TRC BPBD bersama Tagana Dinas Sosial.
Selain memastikan penanganan darurat berjalan, Bupati juga meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat membantu masyarakat terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan mendesak seperti air bersih, makanan siap saji, dan alat berat excavator guna membersihkan material lumpur sisa banjir. “Pemerintah daerah akan terus siaga dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan secepatnya,” ujar Bupati Yusra saat berada di lokasi bencana.
Menjelang malam, kondisi di lokasi masih mencekam. Hujan yang terus turun membuat petugas kesulitan melakukan pendataan secara maksimal. Di beberapa titik, aliran listrik juga dilaporkan padam sehingga proses penanganan darurat dilakukan dengan keterbatasan penerangan. “Pendataan masih terus dilakukan karena kondisi di lapangan cukup terkendala. Hujan masih turun dan listrik di beberapa wilayah padam sehingga proses kaji cepat belum maksimal,” ujar Plt Kepala BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta.
Selain BPBD dan Tagana, puluhan personel Brimob serta personel Kodim juga diterjunkan ke lokasi bencana. Kehadiran aparat gabungan itu bukan hanya untuk membantu evakuasi, tetapi juga memastikan penanganan darurat berjalan aman di tengah cuaca yang masih belum bersahabat.
Bupati Yusra juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.(*)