Tercatat, pada tahun 2025 ini nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Bolmut mencapai Rp 1,1 triliun. Angka ini jauh melampaui target investasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yakni sebesar Rp 375 miliar. “Hari ini, mewakili masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, saya telah memaparkan nilai investasi yang akan masuk ke Bolmut Tahun 2025 di hadapan Pak Gubernur Sulut. Alhamdulillah mendapat perhatian serta apresiasi sangat positif dari Pak Gubernur,” ujar Bupati Sirajudin, Senin (19/5).
Pemaparan tersebut disampaikan Sirajudin dalam kegiatan Dedicated Team Meeting yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2 VIP Bandara Sam Ratulangi Manado. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, bersama para wali kota dan bupati se-Sulut. Dedicated Team Meeting sendiri merupakan bagian dari kerja Regional Investor Relation Unit (RIRU) Sulut, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan investasi serta percepatan realisasi penanaman modal di Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilandasi Keputusan Gubernur Sulut Nomor 147 Tahun 2017 tentang pembentukan RIRU Sulut.
Adapun sejumlah investasi besar yang akan masuk ke Bolmut tahun ini meliputi: Tahap II penataan kawasan Pantai Batu Pinagut senilai Rp26 miliar, Tambahan investasi Pembangkit Listrik Umum (PLU) Binjeta sebesar Rp479 miliar, Investasi sektor perikanan, yakni budidaya udang vaname senilai Rp500 miliar, Peningkatan fasilitas RSUD Bolmut sebesar Rp174 miliar. “Nilai investasi ini melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulut yang mencapai Rp 375 miliar, dari total target investasi Sulut sebesar Rp 9,5 triliun,” tambah Sirajudin.
Dengan masuknya investasi dalam jumlah besar ini, Pemerintah Kabupaten Bolmut optimis akan ada dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Mudah-mudahan nanti masyarakat di daerah ini akan semakin maju dan sejahtera,” tutur Sirajudin didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bolmut, Irma Ginoga.(*)
Editor : Jackly Makaraung