MANADOPOST.ID — Cahaya obor menerangi malam di Tutuyan saat Bupati Argo V Sumaiku mendampingi pelepasan peserta pawai obor menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Senin (16/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama daerah itu berlangsung khidmat sekaligus meriah, disambut antusias warga dari berbagai desa.
Pawai obor ini menjadi pembuka rangkaian Ramadhan Festival yang akan resmi diluncurkan pada 23 Februari 2026.
Agenda tersebut digagas oleh Pemuda Kecamatan Tutuyan sebagai simbol kebersamaan dan syiar Islam menjelang bulan suci.
Dalam sambutannya, Oskar menegaskan bahwa tradisi pawai obor bukan sekadar seremoni, melainkan lambang kesiapan spiritual masyarakat.
Ia menyebut cahaya obor yang dibawa peserta mencerminkan semangat warga Bolaang Mongondow Timur untuk menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan optimisme menghadapi bulan penuh berkah.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta pawai terdiri dari pelajar, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum. Lantunan salawat dan takbir mengiringi langkah mereka, menciptakan suasana religius yang menggema di sepanjang rute pawai.
Turut hadir mendampingi Bupati, Ketua TP-PKK Boltim Rosita Manoppo-Pobela bersama sejumlah tenaga ahli Bupati.
Pemerintah daerah berharap tradisi ini terus memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus meneguhkan semangat religius dalam menyambut Ramadan. (Novianti Kansil)
Editor : Kenjiro Tanos