Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Wabup Argo Sentil Kesiapan Petugas, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Boltim Jadi Sorotan

Kenjiro Tanos • Jumat, 22 Mei 2026 | 12:53 WIB
Wabup Argo buka pelatihan perlindungan perempuan dan anak di Boltim, tekankan kemampuan petugas tangani kasus kekerasan.
Wabup Argo buka pelatihan perlindungan perempuan dan anak di Boltim, tekankan kemampuan petugas tangani kasus kekerasan.

 MANADOPOST.ID — Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Wakil Bupati Argo V Sumaiku menegaskan, penanganan kasus tidak boleh dilakukan secara asal atau sekadar formalitas, tetapi harus ditangani oleh sumber daya yang benar-benar memahami proses pendampingan hingga penyelesaian hukum.

Penegasan itu disampaikan Argo saat membuka Pelatihan Manajemen Kasus dan Standar Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2026 di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (20/5).

Kegiatan yang digelar Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Boltim tersebut diikuti para petugas dan pihak terkait yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan kasus di lapangan.

Dalam sambutannya, Argo menyoroti pentingnya kualitas dan kemampuan peserta pelatihan. Menurutnya, kompleksitas kasus kekerasan perempuan dan anak saat ini membutuhkan penanganan yang lebih profesional, terukur, dan memiliki standar pelayanan yang jelas.

“Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak cukup hanya bermodalkan niat baik semata. Dibutuhkan kemampuan, pendekatan yang sistematis, serta profesionalisme agar setiap kasus bisa ditangani dengan tepat,” ujar Argo.

Ia mengatakan, petugas pendamping harus memahami secara menyeluruh mekanisme penanganan perkara, mulai dari proses pelaporan, pendampingan korban, koordinasi lintas sektor, hingga pengawalan proses hukum.

Karena itu, melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan praktik penanganan terbaik saat menghadapi kasus nyata di masyarakat.

Argo juga menekankan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi semata. Menurutnya, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga pendamping, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan bisa berjalan maksimal.

“Komitmen bersama sangat dibutuhkan. Semua pihak harus bergerak dalam satu langkah untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan yang layak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Argo turut menyinggung capaian Kabupaten Boltim yang berhasil mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak selama tiga tahun berturut-turut. Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Ia berharap, keberhasilan itu tidak hanya menjadi simbol penghargaan semata, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap perempuan serta anak di seluruh wilayah Boltim.

“Mari bersama-sama memperkuat tekad dan komitmen untuk menghadirkan masyarakat yang benar-benar cinta anak. Ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Boltim dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak,” pungkasnya. (Novianti Kansil)

Editor : Kenjiro Tanos
#Perlindungan anak Boltim #Wabup Argo Sumaiku #kasus kekerasan perempuan anak #pelatihan PPPA Boltim #kabupaten layak anak