Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jelang Idul Adha, Bupati Oskar Wanti-Wanti Lonjakan Harga Beras dan Cabai di Boltim

Kenjiro Tanos • Jumat, 22 Mei 2026 | 12:56 WIB
Bupati Oskar siapkan langkah strategis tekan inflasi jelang Idul Adha, fokus jaga harga pangan dan distribusi di Boltim.
Bupati Oskar siapkan langkah strategis tekan inflasi jelang Idul Adha, fokus jaga harga pangan dan distribusi di Boltim.

 

MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Lonjakan harga bahan pokok hingga ancaman terganggunya distribusi pangan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Hal itu ditegaskan Bupati Oskar Manoppo saat membuka kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Lantai III Kantor Bupati Boltim, Selasa (19/5).

Dalam forum tersebut, Oskar mengingatkan bahwa momentum Idul Adha kerap memicu kenaikan permintaan sejumlah komoditas strategis seperti beras, bawang merah, dan cabai. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi tahun ini juga dinilai memberi dampak terhadap hasil produksi pertanian dan kelancaran distribusi.

“Menjelang Idul Adha biasanya permintaan bahan pokok meningkat. Ini harus diantisipasi sejak awal agar tidak memicu lonjakan harga di masyarakat,” kata Oskar.

Untuk menekan potensi inflasi, Pemkab Boltim menyiapkan empat langkah strategis, yakni menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga antarwilayah.

Selain fokus pada pengendalian inflasi, rapat tersebut juga menyoroti percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah. Berdasarkan hasil indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester II Tahun 2025, Boltim mencatat capaian 94,4 persen dan berada di peringkat ke-29 dari 71 kabupaten di Pulau Sulawesi.

Capaian itu menunjukkan sebagian besar transaksi pemerintahan di Boltim telah menggunakan sistem non-tunai dan kanal digital. Keberhasilan tersebut disebut tidak lepas dari kerja sama pemerintah daerah bersama Bank Indonesia, sektor perbankan, dan perangkat daerah terkait.

Kegiatan turut dihadiri jajaran Bank Indonesia Sulawesi Utara, Forkopimda, Kepala BPS Boltim, Bank SulutGo Cabang Tutuyan, BULOG Bolaang Mongondow, PLN Modayag, serta tim teknis TPID dan TP2DD Boltim. (Novianti Kansil)

Editor : Kenjiro Tanos
#Bupati Oskar Manoppo #Inflasi Boltim #harga beras cabai naik #Idul Adha 2026 #digitalisasi transaksi daerah