Bupati Oskar Pimpin Aksi Mangrove di Nuangan, Soroti Ancaman Ekosistem Pesisir Boltim
Kenjiro Tanos• Rabu, 17 Juni 2026 | 21:19 WIB
Bupati Oskar Manoppo memimpin penanaman mangrove dan bersih pantai di Nuangan sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir Boltim.
MANADOPOST.ID — Upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui aksi penanaman mangrove dan bersih pantai yang dipimpin langsung Bupati Oskar Manoppo bersama masyarakat dan kelompok nelayan di Desa Loyow, Kecamatan Nuangan, Selasa (16/6).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi perikanan berkelanjutan tersebut menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga pesisir. Ratusan bibit mangrove ditanam di kawasan pantai, sementara warga, nelayan, dan berbagai elemen yang terlibat bergotong royong membersihkan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan laut.
Program ini diprakarsai oleh Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Elang Laut dan Sengkanaung Tongogina dengan dukungan berbagai pihak. Selain masyarakat Desa Loyow, kegiatan juga melibatkan Kelompok Nelayan Sengkanaung Tongogina, Kelompok Nelayan Elang Laut, serta RARE Indonesia yang selama ini aktif mendampingi program pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan gelombang laut, kawasan mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis biota yang mendukung produktivitas sektor perikanan.
“Melalui langkah sederhana hari ini, kita sedang menjaga ekosistem laut, melindungi sumber daya perikanan dan mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang,” ujar Oskar.
Menurutnya, pelestarian lingkungan pesisir tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama mereka yang sehari-hari bergantung pada sumber daya laut, agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Oskar juga menyoroti karakteristik geografis Boltim yang sebagian besar wilayahnya berada di kawasan pesisir. Kondisi tersebut menjadikan daerah ini memiliki potensi kelautan yang besar, namun di sisi lain menghadapi berbagai tantangan dalam pengawasan dan perlindungan sumber daya laut.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, termasuk kebutuhan dukungan sarana patroli laut yang memadai guna mengawasi wilayah perairan. Karena itu, Pemkab Boltim membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk memperkuat upaya perlindungan kawasan pesisir dan perikanan.
“Tadi disampaikan kendala di lapangan terkait patroli, memang itu kewenangan kementerian. Tapi jika kita berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat, hal ini semestinya bisa kita tangani bersama,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Boltim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian mangrove semakin meningkat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di daerah tersebut. (Novianti Kansil)