Pengusaha Merugi, Wijaya Dorong Pemerintah Terapkan PSBB
Tanya Rompas• Selasa, 21 April 2020 | 23:14 WIB
Direktur Operasional Mantos Rudini Wijaya, saat mengikuti diskusi terbatas secara online yang digagas Manado Post dengan tema ’Ekonomi Sulut Optimis Bertahan di Tengah Covid-19’, Selasa (24/4) siang.MANADOPOST.ID- Penerapan sosial distancing benar- benar bikin pengusaha terpukul. Banyak dari mereka yang akhirnya memilih menghentikan operasional untuk sementara waktu, karena terjadi penurunan omset. Hal ini pun diakui Direktur Operasional Manado Town Square (Mantos) Rudini Wijaya. “Jujur saja kami sebagai pengusaha merasakan kerugian yang sangat besar. Omset turun hingga 70 persen. Bahkan ada yang sudah 100 persen. Sejak diberlakukannya sosial distancing kunjungan Mantos turun drastis,” ceritanya, saat mengikuti diskusi terbatas secara online yang digagas Manado Post dengan tema ’Ekonomi Sulut Optimis Bertahan di Tengah Covid-19’, Selasa (24/4) siang kemarin. Pada kesempatan itu pun, Wijaya mencurahkan kekhawatirannya terhadap dampak covid-19 yang berkepanjangan. “Saya pribadi mengaku jika covid-19 ini akan selesai hingga Desember, apakah pengusaha akan mampu survive? Karena April ini bukan merupakan puncaknya. Mei hingga September dikhawatrikan ekonomi kita lebih parah dari sekarang,” akunya khawatir. Sehingga menurutnya, pemerintah harus mengambil Langkah tegas dan tepat untuk mengatasi hal ini. Menurutnya, sampai saat ini belum ada satu negara pun yang mendapatkan penangkal covid-19. Sulut, sambungnya masih merupakan daerah yang pasien positifnya sedikit. Selain itu diuntungkan juga dengan populasi yang tidak terlalu banyak. Artinya cara pencegahannya masih jauh lebih muda. Asalkan ada kerja sama yang baik. “Saya sebagai pengusaha menginginkan persoaloan ini cepat selesai. Agar ekonomi kita Kembali tumbuh. Saya memiliki keyakinan, jika persoalan ini terus berlanjut kita akan mengalami reses ekonomi. Jika sudah begini akakn sulit untuk bangkit seperti semula,” tekannya. Sehingga, lanjut dia, saya memiliki beberapa saran terhadap pemerintah. Antara lain menutup angkutan udara dan laut khusus untuk penumpang, kecuali logistik. Melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 15 kabupaten/kota selama 14 hari, atau membuat sebuah software yang bisa mengecek keadaan masyarakat. “Jadi ada petugas yang turun langsung ke rumah- rumah. Dengan begini akan mudah mendeteksi kesehatan masyarakat. Untuk memutus penularan covid-19 tidak hanya tanggung jawab satu pihak, tapi kita semua. Khususnya masyarakat. Jika langkah kongkrit diambil, saya yakin persoalan ini akan segera berakhir,” tutupnya. Diketahui, diskusi ini diarahkan Direktur Utama (Dirut) Manado Post Suhendro Boroma dan Pemred Tommy Waworundeng. Sejumlah narasumber ikut ambil bagian. Diantaranya, Assisten III Bidang Perekonomian Setprov Sulut Praseno Hadi, Kepala OJK Sulutgomalut Slamet Wibowo, Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, Dirut Bank Sulut Jeffry Dendeng, Ketua APRINDO Sulut Andy Sumual, Direktur Operasional Mantos Rudini Wijaya, Pengamat Ekonomi/Dosen Unsrat Magdalena Wullur, Pengamat Ekonomi/Dosen Unsrat Hizkia Tasik, Sekdis Distanak Sulut Titov Manoy.(ayu)Baca berita selengkapnya di Manado Post edisi 22 April 2020 Editor : Tanya Rompas