Keterangan pers Tim Gugus Tugas Covid-19 Kotamobagu, Selasa (15/4).MANADOPOST.ID— Tidak diragukan lagi, Sulawesi Utara (Sulut) merupakan daerah yang sangat potensial. Tidak hanya memiliki hasil perkebunan yang berlimpah, tapi juga sektor florikultura. Salah satunya Bunga Krisan, yang kini semakin banyak dikembangkan, oleh para petani yang ada di Kota Tomohon. Bahkan berdasarkan data, petani di Tomohon pada umumnya bisa menghasilkan 200 ribu pohon Bunga Kisran per bulannya. Secara kualitas krisan asal Sulut juga tidak diragukan lagi karena telah lama dan banyak meramaikan pasar nasional. Sstaf khusus Menteri Pertanian Yessiah Eri Tamalagi mengatakan,secara produksi Sulut sangat mencukupi dan berpotensi untuk memenuhi ekspor. “Sehingga pihaknya akan membantu dan mendampingi beberapa persyaratan khusus yang mungkin harus kita penuhi untuk masuk pasar Internasional. Nantinya Karantina Pertanian akan memfasilitasi terkait pemenuhan persyaratan 10.000 stek krisan putih yang rencananya akan di ekspor ke Jepang, Torang Bisa,” katanya memastikan. Dia pun menjamin mengenai ketersediaan bibit krisan disulut harus tetap ada. “Kedepannya kami akan berkoordinasi terhadap seluruh pihak - pihak terkait demi lancarnya penyaluran bibit tersebut," janjinya. Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan menambahkan, pihaknya akan terus mendorong, agar bunga krisan asal Sulut dapat di ekspor langsung ke Jepang. Hal ini menyusul adanya penerbangan langsung Manado- Jepang. “Saat ini baru Sumatera Utara yang mengekspor bunga krisannya langsung ke Jepang, kami optimis sebentar lagi bunga krisan asal Sulut juga bisa masuk pasar Jepang, apalagi sekarang sudah tersedia penerbangan langsung Manado – Jepang, peluang besar ini harus kita tangkap,” yakinnya. Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengingatkan jajarannya di seluruh Indonesia agar terus bersinergi dan turun lapangan mendampingi para petani agar komoduitas pertaniannya dapat memenuhi persyaratan ekspor, sehingga dapat berdaya saing di kancah pasar internasional. (ayu) Editor : Clavel Lukas