Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Masuk Dalam Bidikan Ekspor, Petani Pisang Abaka Keluhkan soal Harga Murah

Ayurahmi Rais • Jumat, 30 April 2021 | 09:47 WIB
Salah satu lahan tempat menanam Pisang Abaka yang ada di Kabupaten Talaud.
Salah satu lahan tempat menanam Pisang Abaka yang ada di Kabupaten Talaud.
MANADOPOST-ID-- Serat Pisang Abaka masuk dalam bidikan ekspor Sulut. Karena permintaannya yang cukup tinggi. Namun sayangnya, pemanfaatan pohon pisang abaka sebagai produk unggulan belum optimal. Alwin Atini, salah satu petani pisang Abaka, mengaku, jika harga serat Abaka masih rendah. Tak ayal, hal ini menjadi kendala utama yang mereka hadapi saat ini. Dia menyebutkan harga serat Abaka yang sudah diproses hingga kering hanya dihargai Rp15.000/ kg. Nilai tersebut tidak sebanding dengan beban operasional dalam mengolah serat abaka. Kondisi tersebut diyakini menyebabkan masyarakat Talaud belum begitu tertarik membuka kebun pisang Abaka. Dia menuturkan, harga yang tidak sesuai dan tidak kompetitif menyebabkan petani lebih memilih berusaha ke komoditas lain seperti Kopra sehingga terkadang Pisang Abaka tidak terawat dan tidak dipanen. "Padahal jika tidak dipanen, batangnya tidak dapat membesar sehingga tidak menghasilkan serat yang lebih banyak, ungkapnya. Permasalahan kedua adalah lahan pisang Abaka yang minim, mengakibatkan ketersediaan bahan baku batang pisang abaka tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kendala lainnya adalah masyarakat yang memiliki mesin pengolahan serat abaka masih sedikit. “Perlu adanya pelatihan keterampilan dalam mengolah serat abaka ini, sehingga masyarakat mendapatkan nilai tambah dari pengolahan serat Abaka," harapnya. Harapan ini pun disambut baik Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan. Dia berjanji akan terus melakukan kunjungan lapangan ini mampu menggali potensi-potensi ekspor yang berasal dari komoditas pertanian seperti di wilayah Kepulauan Talaud ini. “Kami akan sering lakukan kunjungan lapangan ke sentra-sentra petani dan melakukan koordinasi dengan pelaku usaha maupun pemda setempat," paparnya. "Hal tersebut sesuai dengan arahan Kepala Badan Karantina Pertanian agar dalam menggenjot ekspor seluruh upt karantina pertanian di penjuru tanah air harus melakukan sinergitas dengan seluruh instansi pertanian dan pihak terkait di seluruh Indonesia," kuncinya. (     Editor : Ayurahmi Rais
#Penuhi Kebutuhan Pasar #Petani Mengeluh #harga murah #Latihan Keterampilan #Komoditas Ekspor Baru #Serat Pisang Abaka #Lahan Minim #Hasil Panen