Sosok Erwin Situmorang, Kakanwil DJBC Sulbagtara Yang Bertekad Wujudkan Industrialisasi
Ayurahmi Rais• Jumat, 5 November 2021 | 13:05 WIB
Erwin SitumorangMANADOPOST. ID--Oktober 2021 lalu, Erwin Situmorang resmi mengemban tugas menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara). Dirinya menggantikan Cerah Bangun, yang dipercayakan menjadi Direktur Keberatan Banding dan Peraturan. Laporan: Ayurahmi Rais, ManadoINDUSTRIALISASI menjadi faktor penting bagi keberhasilan transformasi ekonomi. Dimana salah satu landasannya adalah ekspor. Sehingga, hal ini menjadi fokus utama Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang. Hampir dua bulan menjabat dan berkantor di Sulut, dia memiliki optimisme jika wilayah Sulbagtara, memiliki potensi yang besar untuk menjadi daerah industrialisasi. Hal ini tidak berlebihan, mengingat potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki sangat besar. Keoptimisan ini, disampaikan Situmorang kepada Manado Post di sela pertemuan Kamis (4/11) kemarin. Dia menggambarkan, Wilayah Sulbagtara sudah banyak melakukan shifting ke arah Industrialisasi. Hal ini dinilainya berbeda dengan Wilayah Bagian Timur. “Dulu saya menjabat Kapala Kantor Wilayah Ambon. Disana itu industrialisasinya belum banyak. Jadi konsep awal kita untuk bangun perekonomian adalah bagaimana mengindustrialisasikan SDA yang ada. hal ini berbeda dengan bagian utara, terlebih khusus di Sulut. Banyak SDA yang bisa dimaksimalkan untuk mendorong adanya industrialisasi. Apalagi fasilitas yang diberikan pemerintah cukup banyak. Belum lagi pengelolaan industri juga banyak. Tinggal dimaksimalkan saja, “ungkapnya membuka pembicaraan, kemarin. Kandidat Doktor Universitas Padjadjaran (UNPAD) itu pun tak memungkiri untuk merealisasikan hal itu butuh kerjasama dari semua pihak. Baik itu pemerintah, BUMN, BUMD, Pengusaha dan juga masyarakat. “Ini menjadi konsen utama saya, bagaimana memaksimalkan semua potensi sumber daya yang ada. Terutama mendorong adanya industrialisasi. Karena Industrialisasi bisa menjadikan Aglomerasi. Yang pastinya membuat konsumsi naik serta multiplier effect yang besar untuk pertumbuhan ekonomi,” yakinnya. Photo Kakanwil DJBC Sulbagtara Erwin Situmorang didampingi Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai M. Anshar dan Kepala Seksi Bimbingan dan Kepatuhan Budi Santoso, saat menerima kunjungan tim Manado Post, Kamis (4/11) kemarin. Lelaki berdarah Batak tersebut pun menuturkan yang harus dilakukan saat ini adalah mengubah pola logistik. Dia menilai, konseptual Direct Call yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) adalah langkah yang sangat baik, untuk efisiensi. “Yang harus menjadi tugas kami adalah bagaimana caranya untuk berkolaborasi agar menjadikan Direct Call ini memiliki Sustainability. Dan hal itu bisa diwujudkan jika volume ekspor pas,” tekannya. Situmorang menegaskan, DJBC sebagai instansi yang juga mengawasi kegiatan ekspor dan impor memiliki tugas salah satunya menjadikan Pelabuhan Bitung menjadi HUB. Tapi hal itu bisa terwujud jika ada ship follow the trade. Tapi konseptual bagi saya harus ada trade dulu bagu ship nya akan mengikuti. Dan untuk mewujudkan trade tersebut, kita harus membangun kemudahan fasilitas. Di Sulut sendiri sudah banyak fasilitas yang diberikan. Seperti Kawasan Brikat, KEK dan fasilitas pemerintah lainnya. Ini nanti akan kami lihat kira- kira kendala apa yang terjadi, sehingga realisasinya tidak sesuai dengan teori yang sudah ada. Ini yang nantinya akan kami inventarisasi ,” tegasnya. Saya berharap, tahun depan kami sudah mendapatkan inventarisirnya sehingga bisa mengkaji apa sebenarnya yang menjadi kendala. Kita akan dorong bagaimana fasilitas yang diberikan pemerintah bisa menjadi triger trade. “Ini butuh waktu. Tapi saya yakin dengan kolaborasi bersama semua bisa terwujud,” tutupnya. Diketahui, DJBC Sulbagtara tahun 2021 ini berhasil mencetak eksportir baru terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga UMKM bisa berkibar dikancah Internasional. Kanwil pun memberikan target dan tantangan kepada kantor Bea Cukai dibawahnya dalam bentuk Indikator Kinerja Utama (IKU) yang bertujuan untuk melakukan serangkaian kegiatan dan koordinasi dengan para stake holder untuk meningkatkan ekspor dan mencetak eksportir baru di wilayah masing masing. Adapun usaha yang dilakukan oleh Kanwil Sulbagtara untuk menghasilkan 36 eksportir baru, antara lain, aktif melakukan sosialisasi ketentuan ekspor kepada para calon eksportir baru. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi para pengusaha terutama UMKM. Dalam sosialisasi Bea Cukai Sulbagtara aktif melakukan kunjungan ataupun melalui pertemuan secara virtual. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat Bea Cukai Sulbagtara melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat khususnya dengan Dinas Perdagangan dan Industri dalam rangka kerjasama dalam menjaring peluang ekspor. Melakukan koordinasi dengan instansi vertikal di daerah setempat khususnya dengan Badan Karantina untuk mengetahui ketentuan perizinan karantina. Karantina diperlukan untuk ekspor hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Membuka klinik ekspor. Memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada calon eksportir yang akan melakuka ekspor. Bimbingan ini berupa tata cara pengisian dokumen ekspor dan kelengkapannya. Mengadakan kelas ekspor. Mengadakan pembelajaran ekspor bagi para pengusaha atau masyarakat yang ingin melakukan ekspor di Kantor Bea dan Cukai.Memberikan pelayanan dokumen dan barang ekspor pada Pelabuhan laut dan Udara selama 24 jam, serta Menjadikan peningkatan nilai ekspor menjadi indikator kinerja utama. (***) Editor : Ayurahmi Rais