Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pasarkan Produk Lokal, 17 UMKM Sulut Meriahkan Pameran KKI 2022

Kenjiro Tanos • Jumat, 27 Mei 2022 | 22:47 WIB
Wakil Menteri Perdagangan  Jerry Sambuaga dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat mengunjungi booth pameran UMKM Sulut di KKI 2022 yakni Tenun Songket Pinawetengan dan Ikat Cofo. Didampingi langsung Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, Jumat (27/5). (BI for MP)
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Gubernur BI Perry Warjiyo saat mengunjungi booth pameran UMKM Sulut di KKI 2022 yakni Tenun Songket Pinawetengan dan Ikat Cofo. Didampingi langsung Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, Jumat (27/5). (BI for MP)
MANADOPOST.ID - Dua tahun pasca pandemi Covid-19 melanda. Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen untuk mendorong dan membangkitkan semangat para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2022. Sejalan dengan semangat Presidensi G20 2022 untuk pulih bersama dan semakin kuat, KKI menggaungkan tagar '#BersamaUMKMBangkit #UMKMgodigital_goglobal', dan tema 'UMKM Indonesia Bangkit Melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkelanjutan'. Kegiatan ini diselenggarakan sejak Kamis (26/5) hingga Minggu (29/5) 2022 di Hall A Jakarta Convention Center, dan dapat diikuti secara hybrid melalui webinar dan showcasing melalui website www.karyakreatifindonesia.co.id. KKI ini juga menjadi bagian Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BWI) yang telah dicanangkan Pemerintah. Demikian disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin sekaligus membuka KKI 2022. KKI tersebut diikuti oleh lebih dari 200 UMKM yang hadir secara fisik dan 500 UMKM melalui website dengan produk kualitas ekspor dan terkurasi dari seluruh Indonesia. Beberapa diantaranya adalah produk UMKM asal Sulawesi Utara (Sulut). Yang didampingi langsung Kepala Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat. Hutabarat memaparkan, Sulut merupakan daerah yang potensi pengembangan UMKM nya besar. Bahkan produk-produk yang berasal dari Sulut banyak mendapatkan perhatian dari luar. Dia menyebutkan, tahun ini Sulut mengikutsertakan sekitar 17 UMKM. Dengan rincian 2 mengikuti pameran offline di Jakarta, dan 15 didaftarkan secara online. "Yang ikut pameran offline di Jakarta ada Kain Tenun Songket Pinawetengan dan Kain Tenun dan Ikat Cofo. Sementara yang online ada 15. Diantaranya, Faith Kitchen, Kanela, Lyvia, De Harvest, Dapur Aisyah dan beberapa UMKM lainnya," jelasnya. Hutabarat pun optimis, dengan adanya pameran tersebut UMKM Sulut akan semakin bergeliat. "Komitmen kami adalah untuk menggerakan perekonomian dari bawah salah satunya melalui UMKM. KKI adalah wadah dan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Dan Sulut memiliki produk berkualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain," katanya optimis. Adapun latar belakang dari KKI 2022 adalah untuk mendukung fungsi, tugas, dan kewenangan BI di bidang kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran. BI mendorong UMKM sebagai sumber pertumbuhan, Bank Indonesia melaksanakan program pengembangan UMKM melalui 3 pilar kebijakan, yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan UMKM yang produktif, inovatif, dan adaptif. Penguatan korporatisasi dilakukan untuk meningkatkan skala ekonomi melalui pembentukan kelompok UMKM dengan penguatan aspek kelembagaan dan legalitas usaha. Peningkatan kapasitas bertujuan meningkatkan produktivitas UMKM, termasuk penerapan inovasi dan digitalisasi yang dapat mendorong daya saing UMKM. Selanjutnya, perluasan akses pembiayaan dilakukan untuk mempertemukan UMKM dengan berbagai alternatif sumber permodalan formal sesuai dengan kebutuhan usaha. Selain itu, untuk lebih menginklusifkan ekonomi dan keuangan di Indonesia, Bank Indonesia turut mendukung implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) melalui pilar pemberdayaan ekonomi, perluasan akses dan literasi keuangan, dan harmonisasi kebijakan dalam Strategi Nasional Ekonomi dan Keuangan Inklusif (SNEKI). Melalui 3 pilar tersebut, pemberdayaan ekonomi diintegrasikan dengan peningkatan keuangan inklusif dengan target sasaran kelompok subsisten (Masyarakat Berpenghasilan Rendah, masyarakat lintas kelompok, kelompok rentan) dan UMKM, untuk lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi produktif. Sehingga, BI terus memperkuat program pengembangan UMKM antara lain melalui pemanfaatan digitalisasi serta perluasan akses pasar domestik dan ekspor. Termasuk di dalamnya pengembangan UMKM Unggulan untuk mendukung industri kreatif, kegiatan ekspor, dan pemberdayaan perempuan. Pengembangan UMKM Unggulan difokuskan pada komoditas orientasi ekspor dan pendukung pariwisata seperti kain, kerajinan, kopi, dan makanan minuman olahan. Produk kreatif berbasis kain tradisional yang merupakan kekayaan budaya daerah sangat lekat dengan pemberdayaan perempuan, memiliki nilai tambah yang tinggi, dan berpotensi ekspor dengan kekhususan value dan keunikan produk karena mengandung nilai budaya dan unsur heritage yang dibuat secara hand-made. Pembinaan UMKM diarahkan untuk meningkatkan potensi lokal, mengedepankan proses penciptaan nilai tambah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Cakupan pembinaan dilakukan dari hulu ke hilir melalui sinergi erat dengan pelaku usaha, pemangku kebijakan, dan berbagai elemen lainnya, meliputi: Aspek produksi, antara lain kegiatan kurasi produk kreatif UMKM binaan Bank Indonesia oleh kurator internasional, sehingga desain produk lebih variatif sesuai tren, diminati pasar dunia, dan bernilai jual tinggi. Aspek pemasaran, antara lain fasilitasi perluasan akses pasar seperti kegiatan pameran di dalam dan luar negeri yang dilakukan secara rutin atau sinergi dengan Kementerian/Lembaga maupun edukasi pemasaran secara online. Aspek permodalan dan pengelolaan keuangan, antara lain melalui pelatihan pencatatan transaksi keuangan, dan Aspek kewirausahaan dan peningkatan kapasitas, antara lain melalui fasilitasi pelatihan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha UMKM khususnya dalam rangka akses pasar ekspor. (ayu) Editor : Kenjiro Tanos
#Karya Kreatif Indonesia #Arbonas Hutabarat #UMKM Sulut #Bank Indonesia Sulut #bank indonesia