Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bijaklah Dalam Memilih Jenis BBM! Pahami Beda Premium, Pertalite dan Pertamax

Tanya Rompas • Senin, 31 Oktober 2022 | 09:43 WIB
Photo
Photo
MANADOPOST.ID- Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Tbk, membuat pengguna memilih bahan bakar yang murah. Dengan alasan penghematan. Dari hasil pantauan Manado Post, hal ini terjadi, karena masih banyak pengguna kendaraan yang belum paham dengan perbedaan jenis-jenis BBM seperti Premium, Pertalite dan Pertamax. Sebagian besar hanya melihat dari sisi harga. Premium murah, sedangkan Pertamax mahal. Akibatnya, banyak mobil yang akhirnya masuk bengkel karena mengalami kerusakan mesin. Seperti penuturan Ranny Mongi, salah satu teknisi yang bekerja di Bengkel Daihatsu Malalayang. Dia mengaku selama 10 tahun bekerja, ada ratusan mobil yang didapati mengalami kerusakan mesin. Dimana, salah satu penyebabnya adalah kesalahan menggunakan bahan bakar. "Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai RON akan mengakibatkan pembakaran yang tidak efisien. Dalam artian proses pembakaran mesin tidak sesuai dengan timing pengapian. Yang akan menimbulkan detonasi. Ini berbahaya jika terus dibiarkan," jelas Alumni SMKN 2 Manado tersebut. Dia pun menyarankan pemilik kendaraan harus menggunakan BBM di atas RON 90 atau Pertamax. Hal itu sudah sesuai dengan standar yang ditentukan pabrikan kendaraan. "Kalau kendaraan, yang sudah mengalami kerusakan mesin, itu proses perbaikan membutuhkan biaya yang besar dan juga waktu yang lama. Sehingga untuk mencegah hal itu, alangkah baiknya para pemilik kendaraan menggunakan BBM yang RON-nya di atas 90. Agar mesin bisa tahan lama," saran teknisi 28 tahun tersebut. Penjelasan yang sama, juga pernah diutarakan Muhammad Arief Munafri, mekanik di bengkel Honda Sanggar Laut Group, Kota Makassar. Kata dia, makin tinggi nilai oktan, makin baik pembakarannya untuk mesin kendaraan. Juga semakin sedikit menghasilkan emisi gas buang kendaraan. Bahkan menyebabkan kendaraan turun mesin sebelum waktunya. "Kalau sudah turun mesin, kira-kira taksiran biayanya untuk enggantian sparepart yang orisinil di bengkel resmi apabila tidak parah bisa merogoh kocek sampai Rp15 juta . Kalau kondisinya parah, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp30 juta," tambahnya. Arief pun mengimbau pengguna kendaraan agar bijak mimilih dan menggunakan bahan bakar. “Kuncinya jangan sampai bahan bakar yang kita pakai dibawah spesifikasi bahan bakar kendaraan kita. Minimal pas atau lebih tinggi lebih baik. Angka oktan minimum kendaraan dapat dilihat di kaca bagian belakang mobil atau buku manual kendaraan baik motor atau mobil. Kalau kita menggunakan bahan bakar yang sesuai berarti kita menentukan jangka panjang keawetan mesin kendaraan kita. Tapi kalau kita menggunakan BBM oktan rendah, berarti kita sudah harus siap dengan biaya-biaya yang besar dikemudian hari,” terangnya.
Teknisi Bengkel Daihatsu Ranny Mongi saat memperbaiki kendaraan yang mengalami kerusakan mesin, akibat salah menggunakan BBM. (Ayurahmi Rais/MP)
Teknisi Bengkel Daihatsu Ranny Mongi saat memperbaiki kendaraan yang mengalami kerusakan mesin, akibat salah menggunakan BBM. (Ayurahmi Rais/MP)
Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Subholding Commercial & Trading, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, masyarakat kota-kota besar di Sulawesi pun sudah membutuhkan BBM Ramah Lingkungan berkualitas dengan RON tinggi seperti Pertalite dan Pertamax. Kenapa? Karena menurut Laode, secara proporsi penggunaan BBM berkualitas seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo di Makassar sendiri sudah mencapai 88 persen dibandingkan konsumsi Premium di kisaran 12 persen. Proporsi konsumsi total untuk BBM berkualitas dibandingkan konsumsi Premium di kota - kota besar lainnya juga sudah sangat tinggi seperti Kota Gorontalo sudah mencapai 91 persen, Kendari 92 persen, Kabupaten Gorontalo 94 persen, Manado 95 persen dan bahkan Palu mencapai 98 persen. Laode pun menekankan, kebanyakan pabrikan kendaraan sekarang sudah menyarankan penggunaan BBM RON 92 setara Pertamax. Selain direkomendasikan karena teknologi mesin kendaraan sekarang yang sudah injeksi dan turbo, BBM oktan tinggi ini akan membuat mesin memiliki pembakaran yang sempurna sehingga akan lebih ramah lingkungan karena emisi gas buang dapat diminimalisir dan lebih irit. "Produk Pertamax ini punya teknologi Pertatec (Pertamina Technology) yang dirancang untuk melindungi mesin yang membuat bahan bakar mampu membersihkan endapan kotoran pada bagian mesin 3 kali lebih baik dan membersihkan endapan kotoran pada bagian injector sehingga mengoptimalkan pembakaran dan konsumsi bahan bakar," kuncinya. Diketahui, 2023 mendatang, BBM jenis premium akan dihapus dan dipastikan tidak ada lagi beredar di pasaran. Penghapusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU dan atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan. "Bahwa standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar minyak jenis bensin (gasoline) RON 88 yang dipasarkan di dalam negeri telah dinyatakan tidak berlaku terhitung mulai 1 Januari 2023," bunyi huruf a dalam surat keputusan tersebut. Penghapusan dilakukan karena BBM jenis RON di bawah 90 dianggap tak layak lagi atau kotor. Sehingga, BBM yang dijual ke depannya hanya dengan bilangan oktan 90 ke atas. (Ayurahmi Rais) Editor : Tanya Rompas
#PT Pertamina (Persero) Tbk #BBM. Pertamina