Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Semangat Melayani Para Srikandi PLN UID Suluttenggo, Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Ruang

Ayurahmi Rais • Kamis, 25 April 2024 | 23:19 WIB
Para Srikandi PLN UID Suluttenggo saat membantu para TNI/Polri mengangkat bantuan untuk korban becana Erupsi Gunung Ruang, Kamsi (25/4/2024).
Para Srikandi PLN UID Suluttenggo saat membantu para TNI/Polri mengangkat bantuan untuk korban becana Erupsi Gunung Ruang, Kamsi (25/4/2024).

MANADOPOST.ID- Kamis (25/4) siang, cuaca Kampung Apengsala, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro begitu terik.

Tetapi, semangat para Manajemen dan Karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) dalam menjalankan misi sosial penyaluran bantuan PLN Peduli Tahap Dua untuk korban Erupsi Gunung Ruang tak pupus.

Rombongan PLN UID Suluttenggo sendiri baru tiba di Pelabuhan Tagulandang pada Rabu (24/4) sekira Pukul 23.00 Wita. Pasca berlayar menggunakan Kapal KM Marina Bay I sekira empat jam dari Pelabuhan Manado.

 

Asisten Manager TJSL PLN UID Suluttenggk Keren Sengke saat membantu proses penurunan bantuan PLN Peduli, Kamis (25/4)
Asisten Manager TJSL PLN UID Suluttenggk Keren Sengke saat membantu proses penurunan bantuan PLN Peduli, Kamis (25/4)

Rombongan ini dipimpin langsung oleh Manajer Aset Property dan Umum PLN UID Suluttenggo Noven Koropit, yang juga didampingi para Srikandi PLN diantaranya, Asisten Manager TJSL Keren Sengke, Senior Officer Komunikasi dan TJSL Veibe Pateh, OF Aset Properti Enjel Emor TL Pelaksana Pengadaan UP2D Suluttenggo Mentari masinambow dan para jajaran lainnya.
Kamis (24/4) pagi, Tim PLN UID Suluttenggo bersama dengan Tim ULP Tagulandang langsung menuju lokasi pengungsian.

Jarak tempuh dari Kantor ULP Tagulandang menuju tempat pengungsian Kampung Apengsala sekira 8 Kilometer (KM) atau sekira 30 menit dengan menggunakan mobil.

Pantauan Manado Post, sesampainya ke tempat pengungsian Apengsala, rombongan PLN UID Suluttenggo termasuk para Srikandi PLN terjun langsung membantu para Anggota TNI/Polri dan para relawan untuk mengangkat semua barang bantuan yang datang.


Pada kesempatan ini, Asisten Manager TJSL PLN UID Suluttenggo Keren Sengke menuturkan, turun langsung ke lokasi pengungsian dan melihat secara dekat para korban bencana Erupsi Gunung Ruang merupakan pengalaman yang luar biasa.

Ia menyebut, jika bantuan PLN Peduli yang disalurkan ini merupakan bantuan tahap kedua. Pasca penyerahan tahap pertama dilakukan pada Jumat (19/4) pekan lalu. "Untuk tahap pertama ada 500 paket sembako dan 240 box masker.

Sedangkan tahap kedua ini 400 paket sembako dan 160 box masker. Jika ditotal jumlah bantuan yang sudah kami salurkan sebanyak 900 paket sembako dan 400 box masker," sebutnya saat diwawancarai usai penyerahan bantuan, Kamis (25/4).

Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Bersama Shop | Tokopedia: Rekam Jejak Penuh Kesuksesan di Ramadan-Lebaran 2024

Proses penyerahan bantuan PLN Peduli untuk korban Erupsi Gunung Ruang Kamis (25/4).
Proses penyerahan bantuan PLN Peduli untuk korban Erupsi Gunung Ruang Kamis (25/4).

Keren menegaskan, PLN Peduli ini merupakan program pusat yang esensinya untuk membantu masyarakat, terlebih khusus para korban bencana. "PLN Peduli ini program pusat. Kebetulan kali ini disalurkan melalui PLN UID Suluttenggo untuk korban bencana Gunung Ruang yang memang masuk dalam wilayah kerja," jelasnya.

ia pun membeber, isi dari paket sembako yang disalurkan. Diantaranya, beras, gula pasir, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan di tempat pengungsian.

"Paket sembako ini kami salurkan kepada pemerintah setempat, nantinya pemerintah yang akan menyalurkan langsung kepada masyarakat," katanya memastikan.

Perempuan Kelahiran Palu, Sulawesi Tengah itu berharap, bantuan yang diberikan melalui program PLN Peduli ini bisa meringankan beban Pemkab Sitaro dan juga para korban erupsi Gunung Ruang.
Ia memastikan, bantuan PLN Peduli ini tidak hanya sampai disini, nantinya akan ada bantuan susulan lainnya yang bekerjasama dengan Kementerian ESDM, berupa 83 terpal.

"Kami berharap apa yang diberikan ini bisa benar-benar memberikan manfaat bagi korban Erupsi Gunung Ruang. Mungkin tidak seberapa, tapi melalui bantuan ini kami ingin masyarakat merasakan bahwa PLN turut hadir bersama-sama sepenanggungan dengan para korban bencana. Semoga semua bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik," harapnya, sembari menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sitaro yang sudah menerima dan membantu PLN dalam menyalurkan bantuan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Assiten perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sitaro Dr. Agus Tony Poputra juga mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada pihak PLN. Berdasarkan pengalamannya, pasca erupsi Gunung Ruang, PLN langsung bergerak cepat dalam memulihkan kelistrikan yang sempat terdampak.

"Saya beri apresiasi bagi PLN karena sangat luar biasa. Dalam kondisi seperti ini listrik itu sangat penting dan Puji Tuhan dengan kordinasi yang cepat oleh PLN listrik di Tagulandang cepat pulih," pujinya.
Tentunya, lanjut dia, mewakili Bupati dan seluruh pemerintah ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Manajemen baik yang di Wilayah Suluttenggo maupun ULP Tagulandang yang selama bencana terjadi terus fokus pada pemulihan kelistrikan.

"Tidak hanya itu, PLN pun rutin memberikan bantuan sembako bagi para korban Erupsi Gunung Ruang. "Ini luar biasa. Bantuan ini akan kami salurkan dengan cepat. Terima kasih untuk PLN, semoga kedepannya hubungan PLN dan Pemkab Sitaro semakin baik dan saling mendukung," tukasnya.

Ucapan terima kasih juga datang dari para korban erupsi Gunung Ruang. Ilyas Muntia, salah satu pengungsi di Posko Apengsala bersyukur karena banyak bantuan yang datang.

Menurutnya, semua bantuan yang disalurkan begitu berarti dan membantu. Terlebih lagi, letusan Gunung Ruang membuat mata pencaharian mereka terganggu.

Ia bercerita, hujan batu yang diakibatkan oleh Letusan Gunung Ruang membuat rumahnya hancur tak tersisa. Sehingga, ia bersama istri dan tiga anaknya terpaksa tinggal di pengungsian.

Suasana di Posko Pengungsian Apengsala, Kamis (25/4).
Suasana di Posko Pengungsian Apengsala, Kamis (25/4).

"Rumah saya atapnya hancur. Jadi kalau hujan semuanya basah. Untuk sementara, malam kami tidur di Posko Pengungsian, paginya pulang ke rumah untuk bersihkan sisa debu vulkanik. Selain bantuan Sembako dan makanan masak, kami juga butuh terpal untuk jadi atap rumah sementara. Tetapi saat ini apa yang ada sangat kami syukuri," kuncinya.

(Ayurahmi)

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Ayurahmi Rais
#Srikandi PLN #Gunung Ruang #PLN Peduli #Erupsi Gunung Ruang di Tagulandang #Tagulandang #PLN UID Suluttenggo