MANADOPOST ID- Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara Triwulan I 2024 positif mencapai 5,64 persen secara year on year (yoy) dan kinerja APBN hingga Mei 2024 secara umum baik.
Hal ini terungkap dalam Diseminasi Kajian Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara terkait Kajian Fiskal Regional Triwulan I 2024, Government Finance Statistic Triwulan I 2024, ALCo Regional Sulawesi Utara periode sampai dengan Mei 2024.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sulawesi Utara Hari Utomo mengatakan, dampak tantangan ketidakpastian global tersebut didalamnya eskalasi politik dan friksi antar negara, maraknya kebijakan industri global, dan tantangan lainnya terhadap perekonomian dan pasar keuangan domestik perlu terus diantisipasi dan dimitigasi.
"Peran APBN perlu terus diperkuat dalam mendukung perlindungan masyarakat, transformasi perekonomian, serta pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan," ungkapnya.
Lanjutnya, di tingkat regional, kondisi perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara umum juga menunjukkan pemulihan dan penguatan seiring dengan meningkatnya aktivitas perekonomian dan masyarakat.
"Hal ini ditunjukkan dari beberapa indikator. Pertama, untuk pertumbuhan ekonomi di Sulut tumbuh 5,64 persen pada triwulan I TA 2024. Untuk tingkat inflasi, secara year on year Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,84 persen. Sementara itu untuk Sulawesi Utara, dalam periode yang sama mengalami inflasi sebesar 4,15 persen," bebernya.
Selanjutnya, dari sisi pemerintah atas pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara dia menjelaskan, pendapatan telah terealisasi sebesar Rp2.131,06 miliar atau 40,73 persen dari target yang telah ditetapkan, tumbuh 6,17 persen (yoy).
"Yang terdiri dari realisasi penerimaan perpajakan dimana realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Utara sampai dengan akhir Mei 2024 sebesar Rp1,54 triliun atau telah terealisasi sebesar 38,98 persen dari target penerimaan tahun 2024," imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Andry Prasmuko saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menambahkan sektor perikanan sangat bisa dikembangkan di Sulut untuk mendorong PE.
"Potensi KEK kita juga jadi PR bersama. Undangan sudah banyak, tetapi investor yang tertarik belum banyak. Kalau komponen itu bisa dioptimalkan maka pasti bisa mendorong ekonomi," sebut Prasmuko.
Menurutnya, dari sisi konsumsi, belanja pemerintah bisa di optimalkan atau disinergikan. Harapannya PE yang di harapkan bersama bisa terpenuhi.
"Kami terus berupaya mengundang investor ke Sulut. Kita punya potensi. Akan sangat menarik jika bisa menarik investasi dan sektor perbankan untuk membiayai. Kenapa yang utama tidak kita dorong. Kalau berhasil moga moga sektor yang lain bisa ikut juga," kuncinya.
Diketahui selain Prasmuko, turut menjadi narasumber Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara Reza A.W. Dotulung dan Local Expert Provinsi Sulawesi Utara Vecky A.J Masinambow.
Sebagai moderator, Akademisi Universitas Sam Ratulangi sekaligus Wakil Ketua ISEI Manado Een Novritha Walewangko.
(Asyer)
Editor : Ayurahmi Rais