Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rincian Pembagian Dividen Bank SulutGo, Sebesar Rp196,10 Miliar, Setara 87,5 Persen dari Laba Bersih Tahun Buku 2024

Ayurahmi Rais • Senin, 14 April 2025 | 08:58 WIB
Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) telah resmi membagikan dividen sebesar Rp196,10 miliar kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta RUPS Luar Biasa yang digelar pada Rabu, 9 April 2025, pekan lalu.

Dividen yang dibagikan setara dengan 87,5 persen dari laba bersih tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp224,12 miliar. Dalam pembagian dividen tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menerima bagian terbesar, yakni Rp71,29 miliar, diikuti oleh PT Mega Corpora yang memperoleh Rp46,24 miliar. Sementara itu, sisa dividen dibagikan kepada pemegang saham lainnya. (Selengkapnya lihat grafis,red).

Direktur Utama BSG, Revino Pepah, menyatakan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan komitmen pemegang saham untuk memperkuat struktur permodalan bank. Ia juga mengapresiasi sebagian pemegang saham yang memilih untuk kembali menyuntikkan dana ke modal disetor, yang semakin memperkuat likuiditas dan daya tahan modal bank untuk ekspansi di masa depan.

“Syukur, sejumlah pemegang saham menambah jumlah modal disetor. Hal ini tentunya akan memperkuat likuiditas dan daya tahan modal kami, sehingga lebih siap untuk melakukan ekspansi di masa yang akan datang,” syukurnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) dalam konfirmasi terpisah, memastikan bahwa pembagian dividen sebesar 87,5 persen telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mengatur agar perusahaan menyisihkan cadangan wajib minimal 20 persen dari modal disetor sebelum laba dapat dibagikan sebagai dividen.

Setelah cadangan wajib tercapai, tidak ada kewajiban hukum untuk menyisihkan cadangan tambahan, sehingga perusahaan dapat membagikan dividen dalam jumlah yang lebih besar, bahkan di atas 80 persen.

Pun dengan Pengamat ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi, Joy Tulung, PhD. Ia menyatakan bahwa langkah BSG dalam pembagian dividen tersebut sah secara hukum dan tidak melanggar prinsip kehati-hatian. Hal ini, menurutnya, berlaku selama cadangan wajib telah terpenuhi dan operasional bank tetap stabil.

“Setelah cadangan 20 persen tercapai, perusahaan bebas membagikan dividen lebih besar, bahkan melebihi 80 persen, asalkan tidak mengganggu likuiditas serta agenda ekspansi,” ujar Ketua ISEI Manado tersebut.

Namun, Tulung mengingatkan bahwa dalam menghadapi masa depan, BSG perlu tetap memperhatikan keseimbangan antara pembagian laba dan keberlanjutan usaha.

Baca Juga: INFO CUACA: Sulawesi Selatan Senin, 14 April 2025, Hujan Ringan Merata, Beberapa Wilayah Hujan Sedang, Ini Rinciannya

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap ekspansi, digitalisasi layanan, serta pencadangan risiko yang memadai.

Diketahui, menurut laporan keuangan per Desember 2024, modal cadangan BSG tercatat sebesar Rp384,47 miliar, yang melampaui ambang batas minimal cadangan sebesar Rp265,42 miliar dari total modal disetor sebesar Rp1,33 triliun, atau setara dengan 26,54 persen dari modal dasar Rp5 triliun. Dengan demikian, ketentuan cadangan 20 persen telah terpenuhi.

Meski demikian, Dr. Robert Winerungan, Ekonom lainnya, memberikan peringatan agar BSG tetap berfokus pada pemenuhan modal inti secara mandiri. Ia menyoroti bahwa keberlanjutan permodalan bank tidak bisa hanya bergantung pada penyertaan modal dari pemerintah daerah atau pembagian dividen tahunan.

“Jika setiap tahun hanya mengandalkan anggaran daerah, maka pemerintah harus terus menyisihkan belanja untuk BSG. Hal ini tentu tidak ideal dalam jangka panjang,” tegas Winerungan.

Ia mendorong agar pemegang saham memperluas basis pemodal dengan melibatkan sektor non-pemerintah serta investor swasta. Langkah ini penting untuk menghindari ketergantungan yang berlebihan pada satu entitas atau wilayah.

“Bank ini dimiliki oleh dua provinsi, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Semangat untuk membangun harus bersifat kolektif dan inklusif,” tambahnya.

Winerungan juga mengingatkan tentang posisi PT Mega Corpora, yang dapat berisiko menjadi dominator permanen jika BSG tidak melakukan strategi penguatan modal dan ekspansi secara progresif.

“Tanpa adanya terobosan, Mega Corpora bisa menjadi tulang punggung permanen bagi BSG, yang tentu akan mempengaruhi arah bisnis serta struktur kepemilikan ke depan,” pungkasnya. (ayu)

 

 

 

Rincian Pembagian Dividen Bank SulutGo Hasil RUPS-RUPS LB 2025 yang Digelar Rabu (9/4/2025).

*Pemprov Sulut: 71,29 Miliar
*PT Mega Corpora: 46,24 Miliar
*.Sisanya Dibagikan kepada 23 Pemegang Saham lainnya.
*Total Dividen yang dibagikan: 196,10 Miliar
*. Total Laba Bersih 2024: 224, 12 miliar.
*Persentase Pembagian Dividen: 87,50 Persen dari Laba.

Sumber: Hasil RUPS/RUPS-LB BSG, Diolah Manado Post, Minggu (13/4/2025)

 

Editor : Ayurahmi Rais
#Rincian Pembagian Dividen Bank SulutGo #Dividen Bank SulutGo #dividen #Bank SulutGo