Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Investasi Pertambangan di Sulut 982 Miliar

Ayurahmi Rais • Selasa, 29 April 2025 | 18:54 WIB
Investasi
Investasi

 

MANADOPOST.ID — Sektor pertambangan mendominasi peta investasi Sulawesi Utara tahun 2024. Berdasarkan pemaparan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Andry Prasmuko, investasi swasta yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor pertambangan mencapai Rp982 miliar, dengan total 19 proyek.

Tak hanya di jalur asing, dominasi sektor pertambangan juga tercermin dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Tercatat, investasi domestik di sektor ini mencapai Rp2,225 miliar dengan jumlah proyek sebanyak 109 unit.

Dalam pemaparannya, Prasmuko juga mengungkapkan bahwa sektor industri, transportasi, hotel dan restoran, jasa lainnya, hingga listrik dan gas, turut mencatatkan investasi, namun nilainya jauh lebih kecil dibandingkan sektor pertambangan.

"Sehingga kita harus berusaha keras untuk bisa menarik investor ke Sulut," serunya, di sela acara Halal bil Halal yang dirangkaikan dengan Outlook Ekonomi Terkini Sulut, pekan lalu.

Dirinya pun memastinan, akan terus mendorong stabilitas ekonomi daerah untuk mendukung iklim investasi yang lebih sehat. Salah satunya melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah serta dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang kondusif.

Dirinya optimistis, pertumbuhan investasi yang kuat di sektor pertambangan akan membawa dampak luas ke sektor-sektor lainnya, seperti jasa, industri pengolahan, dan perdagangan.

"Dampak berganda dari investasi ini diharapkan bisa mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut, Elvira Umihanni, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemerintah di bawah komando YSK-Victor memprioritaskan tiga sektor utama, yakni, pertambangan, pertanian, dan pariwisata, yang dianggap sebagai pilar penting dalam memperkuat perekonomian di masa depan.

“Kami terus mendorong sektor-sektor utama ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” kuncinya. 

Editor : Ayurahmi Rais