Menurut laporan terbaru AI for Business: Tren Adopsi AI-Platform di Asia Pasifik yang dirilis Deloitte Access Economics, 79% bisnis di Indonesia telah menggunakan teknologi AI, khususnya untuk pemasaran produk dan komunikasi pelanggan.
“Populasi muda yang melek teknologi menjadi pendorong utama transformasi digital di Indonesia,” ujar Pieter Lydian, Country Director Meta Indonesia. “Solusi AI dari Meta membantu bisnis lokal memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan performa dan pengembalian investasi.”
Meta memperkenalkan sejumlah fitur unggulan seperti Opportunity Score dan Advantage+ Campaigns, yang terbukti mampu menurunkan biaya per prospek hingga 14% dan meningkatkan adopsi sebesar 70% secara tahunan.
Fitur Opportunity Score memberikan analisis real-time terhadap performa kampanye, sedangkan Advantage+ Sales Campaigns menghasilkan return on ad spend (ROAS) rata-rata sebesar US$4,52. Studi kasus dari Wookey Weight dan Masela Adawiyah 99 menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah prospek dan efisiensi biaya selama periode kampanye mereka.
Hingga akhir 2024, lebih dari 4 juta pengiklan global telah menggunakan alat kreatif generatif AI dari Meta. Di Asia Pasifik, rata-rata ROAS meningkat menjadi US$3,47, naik 15% dibanding tahun sebelumnya.
Meta juga mengungkap sejumlah tren berbasis AI yang akan mendominasi dunia pemasaran digital di 2025, di antaranya:
-
Koneksi dalam Skala Besar: 50% konten di Instagram kini direkomendasikan oleh AI.
-
Pemasaran Cerdas dan Real-Time: AI memungkinkan pengiklan mengirimkan pesan tepat sasaran, di waktu dan platform yang paling efektif.
-
Kreasi Konten Efisien: Alat generatif AI Meta membantu pembuatan konten iklan yang relevan dengan cepat dan hemat biaya.
“Dalam dunia digital yang kompetitif, solusi AI kami seperti Meta Advantage+ telah membuktikan keampuhannya dalam mengubah interaksi menjadi transaksi,” tutup Pieter.
Dengan peluncuran ini, Meta menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan bisnis Indonesia melalui teknologi, khususnya dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital berbasis AI.(ame)
Editor : Amelia Beatrix