Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Nickel Institute Dorong Penerapan Standar ESG di Industri Nikel Indonesia untuk Masa Depan Berkelanjutan

Amelia Beatrix • Rabu, 11 Juni 2025 | 09:03 WIB

Nickel Institute
Nickel Institute

MANADOPOST.ID — Nickel Institute, asosiasi global yang menaungi produsen nikel ternama dunia, menyatakan komitmennya untuk mempercepat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri nikel Indonesia. Langkah ini dinilai penting guna memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan nikel untuk baterai kendaraan listrik dan infrastruktur energi hijau.

Indonesia diketahui memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, mencapai 72 juta ton atau 52% dari total cadangan global. Sekitar 90% di antaranya terkonsentrasi di Sulawesi dan Maluku Utara, menjadikan Indonesia lokasi strategis bagi pertumbuhan ekonomi hijau dan daya tarik investasi global.

Dr. Veronique Steukers, Presiden Nickel Institute, menyampaikan bahwa keberagaman proses ekstraksi dan pengolahan nikel menuntut pendekatan ilmiah yang spesifik. “Kami mendorong praktik produksi yang transparan, bertanggung jawab, dan sesuai standar ESG global melalui riset ilmiah dan pelibatan aktif dalam kebijakan publik,” jelasnya.

Salah satu inisiatif utama yang diusung Nickel Institute adalah Nickel Mark, sebuah kerangka penilaian berbasis 33 kriteria ESG yang dikembangkan bersama Copper Mark pada 2022. Sertifikasi ini memastikan bahwa aktivitas seperti ekstraksi, pemrosesan, hingga daur ulang nikel dilakukan sesuai prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Nickel Institute juga aktif membantu para anggotanya dalam menghitung emisi karbon, menyusun strategi dekarbonisasi, serta meningkatkan transparansi bagi investor dan konsumen global. Inisiatif ini diharapkan bisa menjembatani kebutuhan pasar internasional terhadap nikel berstandar tinggi dengan praktik operasional di Indonesia.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap transformasi industri nikel Tanah Air, Nickel Institute telah menggelar seminar “Human Health & Environmental Developments in Indonesia’s Nickel Value Chain” pada 2024 dan berpartisipasi dalam ESG Forum 2025 serta Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2025.

Langkah-langkah strategis ini tidak hanya mendorong Indonesia sebagai pusat produksi nikel dunia, tetapi juga memperkuat posisinya dalam transisi menuju energi bersih global. Nickel Institute menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tuntutan global, melainkan investasi masa depan untuk generasi yang akan datang.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#nikel #Keberlanjutan #ESG #energi hijau #kendaraan listrik #dukung #Nickel Industries Limited