MANADOPOST.ID- Industri kripto di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan jumlah investor yang terus meningkat. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 14,16 juta orang pada April 2025, meningkat 3,28% dari 13,71 juta pada bulan Maret.
Nilai transaksi aset kripto juga menunjukkan pertumbuhan, dengan total transaksi mencapai Rp35,61 triliun pada April 2025, naik 9,73% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp32,45 triliun.
Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi Indonesia untuk menjadi pusat kripto di Asia, terutama karena Indonesia telah menduduki peringkat ketiga dalam adopsi kripto, menurut laporan The 2024 Geography of Crypto Report. Indonesia unggul dalam sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Retail DeFi, menandakan tingginya aktivitas investor ritel dalam transaksi keuangan terdesentralisasi.
Bappebti juga mencatat pertumbuhan signifikan dalam industri kripto. Pada April 2024, nilai transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp211 triliun, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp149 triliun.
Jumlah investor kripto juga meningkat, dengan Bappebti mencatat 20,16 juta orang hingga April 2024. Indodax menjadi salah satu platform perdagangan kripto yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari 6,7 juta pengguna dan volume perdagangan mencapai Rp29 triliun di kuartal kedua.
Regulator seperti OJK dan Bappebti terus berupaya memperkuat ekosistem industri kripto dengan mengatur kebijakan yang mendukung dan melindungi para investor.
Mereka juga gencar melakukan literasi aset kripto kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang aset digital.
Dengan demikian, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hub kripto di Asia Tenggara jika dapat terus berinovasi dan mengembangkan ekosistem blockchain yang kuat (ayu)
Editor : Ayurahmi Rais