MANADOPOST.ID- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara akan membangun sistem autogate di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata yang semakin bergeliat di daerah ini.
Kepala Kanwil Imigrasi Sulut, Ramdhani, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program percepatan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia mengungkapkan harapannya agar Bandara Sam Ratulangi bisa menjadi pelopor penggunaan autogate di kawasan timur Indonesia.
“Kalau sistem ini terpasang, maka Sam Ratulangi akan menjadi bandara pertama di kawasan Indonesia Timur yang menggunakan teknologi tersebut, dan bisa menjadi role model,” kata Ramdhani, pekan lalu.
Autogate merupakan teknologi gerbang otomatis yang memungkinkan pelintas negara menyelesaikan proses pemeriksaan keimigrasian tanpa kontak langsung dengan petugas.
Sistem ini mempercepat layanan dan meminimalkan antrean, sekaligus meningkatkan efisiensi.
Pihak imigrasi telah melakukan koordinasi dan pertemuan bersama kementerian terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Kanwil Imigrasi diminta menyusun kajian pentingnya pemasangan autogate, baik dari sisi pelayanan maupun aspek modernisasi.
“Orang asing saat tiba di sebuah negara pertama kali akan berhadapan dengan layanan keimigrasian. Jadi, wajah imigrasi adalah wajah pertama yang mereka lihat,” ungkapnya.
Ramdhani menambahkan bahwa sistem ini juga akan membantu mencegah potensi praktik pungutan liar yang bisa saja terjadi saat terjadi kontak langsung antara petugas dan pengguna layanan. Selain itu, keterbatasan jumlah petugas juga menjadi pertimbangan penting.
“Kami akui SDM kami belum memadai untuk mengimbangi lonjakan kunjungan wisatawan asing, terlebih dengan semakin masifnya program promosi pariwisata dari Pak Gubernur Yulius Selvanus,” tekannya.
Dengan meningkatnya jumlah penerbangan dan wisatawan yang masuk ke Sulut, Ramdhani meyakini bahwa kehadiran autogate akan menjadi nilai tambah sekaligus simbol kemajuan layanan di bandara.
“Kami ingin menjadikan Bandara Sam Ratulangi sebagai landmark pelayanan imigrasi modern di kawasan timur Indonesia,” kuncinya.
(ayu)
Editor : Ayurahmi Rais