Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kredivo Dorong Literasi Keuangan di Manado Usai Pertumbuhan PayLater Hampir Dua Kali Lipat

Foggen Bolung • Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:13 WIB
Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo dan Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS dalam Konferensi Pers daring, Senin (12/8).
Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo dan Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS dalam Konferensi Pers daring, Senin (12/8).

MANADOPOST.ID—Dari pasar tradisional sampai mal, PayLater mulai jadi metode pembayaran sehari-hari warga Manado. Data Kredivo mencatat lonjakan transaksi 96,43% dalam dua tahun terakhir, seiring pertumbuhan pengguna sebesar 74,77%. Dari belanja kebutuhan rumah tangga hingga gadget, layanan ini kian akrab di keseharian.

Kredivo menyebut tren ini bagian dari pertumbuhan PayLater di kota tier 2 dan 3, termasuk Kota Manado yang kini menyumbang 53,6% total pengguna nasional. Meski memberi kemudahan akses kredit digital, masih banyak yang keliru menyamakan PayLater dengan pinjaman daring ilegal. Minimnya literasi keuangan membuat risiko seperti keterlambatan bayar, catatan buruk di SLIK, hingga terjerat pinjol ilegal kerap menghantui.

“Pesatnya pertumbuhan PayLater di daerah membuktikan bahwa akses kredit digital yang terjangkau memang nyata. Literasi keuangan tetap jadi fondasi utama agar layanan ini tidak disalahartikan. PayLater bukan pinjaman daring, apalagi pinjol ilegal. Sama seperti layanan kredit keuangan lainnya, jika digunakan secara benar dan bijak, PayLater dapat menjadi solusi keuangan yang memberikan manfaat positif,” kata Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo, dalam Konferensi Pers daring, Senin (12/8).

Ekspansi Kredivo ke Manado bukan sekadar bisnis, tapi juga bagian dari komitmen membangun literasi keuangan digital merata, sejalan dengan program inklusi keuangan OJK. Melalui kampanye seperti #AutoMikir, #AndaiAndaPandai, Generasi Djempolan, dan Kredicast, Kredivo aktif mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan PayLater secara bijak.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, menilai tren PayLater di Manado memberi sinyal positif. “Kalau dipakai untuk kebutuhan produktif atau pengeluaran rumah tangga yang terukur, efeknya terasa di ekonomi lokal. Tapi tanpa literasi yang baik, risikonya bisa berat,” ujarnya.

Selain menyediakan limit hingga Rp50 juta dan tenor sampai 24 bulan, Kredivo juga menggandeng merchant lokal. Figur publik seperti Andre Taulany turut dilibatkan agar pesan literasi menjangkau masyarakat lebih luas.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#pinjol #kredivo #PayLater #literasi keuangan