MANADOPOST.ID- Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada September ini, sektor pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) sejak 2022 hingga pertengahan 2025, masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Bahkan dari tahun ke tahun, Tiongkok masih mendominasi kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan belum ada pergeseran (lihat grafis,red).
Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, mengatakan peningkatan kunjungan wisman masih terfokus pada satu pasar utama, yaitu Tiongkok. Negara tersebut menyumbang sebagian besar kunjungan wisatawan ke Sulut, sementara negara lain mencatat angka yang jauh lebih kecil.
“Tren kunjungan terus bergerak positif, namun perlu strategi agar pasar wisata lebih beragam,” ujarnya.
Bahkan, dari data yang disajikan BPS, lonjakan jumlah kunjungan yang terjadi pertengahan tahun ini tidak diikuti peningkatan tingkat hunian hotel berbintang di Sulut.
Rata-rata lama menginap tamu mancanegara juga belum banyak berubah, menandakan wisatawan asing cenderung singkat berada di daerah ini.
Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan menilai tren ini menegaskan perlunya langkah promosi yang lebih agresif dan terarah, termasuk perbaikan konektivitas penerbangan, agar Sulut dapat menjadi tujuan wisata, bukan sekadar pintu masuk atau tempat transit.
"Dengan daya tarik alam dan budaya yang besar, Sulut memiliki peluang untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memperluas pasar mancanegara," tegasnya.
PERBANDINGAN PARIWISATA SULUT
???? Total Kunjungan Wisman per Tahun:
2022: 15.388
2023: 47.363
2024 : 47.619
2025 (Januari–Juli): 29.305 kunjungan
???? Asal Negara Wisman Juli 2025:
Tiongkok: 4.724 kunjungan
Singapura: 124 kunjungan
Jerman: 121 kunjungan
Prancis: 112
Negara lainnya: Di bawah 100.
???? Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang Juli 2025: 43,74% (Turun 0,25 poin dari Juni 2025) Rata-rata lama menginap: 1,64 hari
Sumber: BPS, Sulut, Diolah Manado Post, Senin (15/9/2025).
Editor : Ayurahmi Rais