MANADOPOST.ID – PT Pegadaian Kanwil V Manado mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2025. Total penyaluran pembiayaan di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara mencapai Rp5,94 triliun atau tumbuh 38,02% secara tahunan (year on year).
Kepala Departemen Bisnis & Support PT Pegadaian Kanwil V Manado, Fanny Walandouw, mengatakan capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap produk dan layanan Pegadaian.
“Hingga akhir Juni 2025, Sulawesi Utara menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran Rp4,04 triliun atau 31,45% dari total.Sementara Gorontalo menyumbang Rp938,3 miliar dan Maluku Utara Rp955,7 miliar,” jelas Fanny, Selasa (16/9).
Dari sisi segmen bisnis, produk gadai masih mendominasi dengan total Rp5,39 triliun.
Disusul emas Rp356 miliar, kredit usaha rakyat (KUR) Rp28,5 miliar, dan pembiayaan mikro non-KUR Rp164 miliar.
Hingga periode yang sama, Pegadaian Kanwil V Manado telah melayani lebih dari 502 ribu nasabah, dengan komposisi terbanyak pada produk gadai sebanyak 56,8 ribu orang.
Nasabah emas tercatat 56,8 ribu, nasabah KUR 10,4 ribu, dan mikro non-KUR 15,4 ribu.
Untuk mendukung layanan, perusahaan mengoperasikan 173 outlet yang tersebar di Sulawesi Utara sebanyak 115 unit, Gorontalo 41 unit, dan Maluku Utara 17 unit.
Lebih jauh, Fanny menambahkan bahwa sektor potensial yang menjadi fokus penyaluran pembiayaan di masing-masing daerah berbeda-beda.
“Di Gorontalo misalnya, kami menggarap sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di Sulut, potensi juga datang dari konstruksi, perdagangan, hingga perbaikan kendaraan. Sedangkan di Maluku Utara kami melihat prospek dari sektor pertambangan, pengolahan, hingga industri perikanan,” paparnya.
“Kami terus memperluas akses layanan dan mendukung kebutuhan pembiayaan produktif masyarakat. Harapannya, Pegadaian tidak hanya hadir sebagai solusi keuangan, tetapi juga menjadi mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” pungkas Fanny.
Editor : Ayurahmi Rais