MANADOPOST.ID – Daewoong Pharmaceutical menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan sektor kesehatan Indonesia dengan meraih penghargaan Best Innovation in Biotechnology 2025 pada ajang Prominent Awards 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak bersejarah karena Daewoong tercatat sebagai perusahaan Korea Selatan pertama yang meraih penghargaan prestisius tersebut di Indonesia.
Prominent Awards sendiri diberikan setiap tahun kepada perusahaan lintas industri yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional melalui inovasi. Tahun ini, sebanyak 15 perusahaan dinilai berhasil memperkuat daya saing industri dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan tema “Transforming Indonesia.”
“Meraih penghargaan Best Innovation in Biotechnology tahun ini menandai titik awal baru melampaui pencapaian selama 20 tahun terakhir. Daewoong akan terus menghadirkan obat-obatan inovatif dan teknologi mutakhir ke Indonesia serta mendorong pertumbuhan bersama industri farmasi dan bioteknologi Indonesia melalui produksi dalam negeri dan riset kolaboratif,” ujar Baik In Hyun, Head of Indonesian Business Division Daewoong.
Pelopor Berbagai “Yang Pertama” di Indonesia
Sejak hadir di Indonesia pada 2005, Daewoong telah mencatatkan berbagai pencapaian pionir, di antaranya:
-
Mendirikan pabrik biofarmasi pertama dengan standar cGMP pada 2012 melalui joint venture Daewoong Infion.
-
Meluncurkan biosimilar pertama di Indonesia, Epodion, pada 2017.
-
Menghadirkan produk biofarmasi pertama di dunia dengan sertifikasi Halal, yakni Epodion (2020) dan Easyef (2020).
-
Membangun pabrik terapi sel punca di Cikarang yang memperoleh sertifikasi GMP, mampu memproduksi terapi berbasis sel secara mandiri.
Dorong Ekosistem Riset Nasional
Melalui Daewoong Foundation, perusahaan juga mendirikan empat lembaga riset bersama dengan UI, ITB, dan IPB. Lembaga ini tidak hanya menyediakan fasilitas unggulan, tetapi juga membina lebih dari 700 talenta farmasi dan bioteknologi sejak 2009, dengan fokus pada bidang riset mutakhir seperti sel punca, gene editing, organoid, hingga sistem penghantaran obat.
Investasi Rp5,26 Triliun Menuju 2030
Hingga kini, Daewoong telah menanamkan investasi sebesar Rp2,9 triliun di Indonesia, dengan rencana ekspansi hingga Rp5,26 triliun pada 2028. Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk menjadi perusahaan farmasi dan bioteknologi nomor satu di Indonesia pada 2030.
Investasi tersebut mencakup pengembangan biofarmasi, sel punca, toksin botulinum, perangkat medis, hingga program beasiswa dan kolaborasi riset. Selain mendukung peningkatan kualitas kesehatan, komitmen ini diharapkan turut menciptakan lapangan kerja serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri farmasi dan bioteknologi global.(ame)
Editor : Amelia Beatrix