Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Forum Bisnis Guangxi–Kalsel 2025 Bukakan Pintu Investasi Baru

Foggen Bolung • Sabtu, 20 September 2025 | 14:51 WIB
Delegasi Indonesia dipimpin  Direktur Pengembangan Produk Ekspor Primer Kemendag Miftah Farid menghadiri forum CABIS 2025 di Nanning, China, 17-21 September 2025.
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Pengembangan Produk Ekspor Primer Kemendag Miftah Farid menghadiri forum CABIS 2025 di Nanning, China, 17-21 September 2025.

MANADOPOST.ID—Hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok kembali ditegaskan lewat penyelenggaraan China (Guangxi)–Indonesia (South Kalimantan) Business and Investment Forum di Shangri-La Hotel, Nanning, Jumat (19/9). Forum ini menjadi ruang strategis memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, khususnya bagi Kalimantan Selatan.

Mengusung tema “Engaging China-Indonesia business and investment with South Kalimantan government and enterprises”, acara ini digelar oleh Kementerian Perdagangan RI, Pemprov Kalsel, China-ASEAN Business Council, dan China Young Entrepreneurs Association (CYEA).

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kementerian Perdagangan, Miftah Farid, menyebut forum ini sebagai momentum memperluas akses pasar. “Kalimantan Selatan punya potensi besar di pertanian, perkebunan, dan industri hilir. Forum ini jadi ruang menjajaki peluang investasi yang konkret,” ujarnya.

Dari sisi daerah, Kalsel menegaskan kesiapan menjadi pintu investasi baru. “Ini kesempatan bagus, mempertemukan industri, perusahaan, dan investor,” kata Hendro Satria, pengawas perdagangan Tanah Bumbu. Pemerintah setempat membuka peluang di sektor pangan, energi biomassa, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga.

Partisipasi juga datang dari Jhonlin Group. Mathirlan Romadhoni, GM PT Jhonlin Agro Raya Tbk, menilai forum ini membuka peluang besar meski belum berujung pada penandatanganan kontrak. “Antusiasmenya tinggi. Ke depan, kerja sama konkret dengan mitra China bukan tidak mungkin terwujud,” katanya.

Forum ini sendiri melahirkan dua kesepakatan penting: kerja sama Liuzhou Polytechnic University (LZPU) dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta Guangxi Kehong Pest Control Co., Ltd. dengan CV Menata Citra Selaras (MCS) asal Tanah Bumbu.

Selain sesi diskusi, forum juga diwarnai promosi peluang investasi dan business matching yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara. Fokusnya pada sektor perkebunan, pengolahan kayu, pangan, biomassa, hingga teknologi ramah lingkungan.

Melalui forum ini, Kalimantan Selatan menegaskan peran sebagai pintu strategis investasi dan ekspor, tidak hanya ke Tiongkok tetapi juga ke pasar ASEAN. (fgn)

Editor : Foggen Bolung
#Investasi #indonesia tiongkok