MANADOPOST.ID—Paviliun Indonesia di ajang China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) ke-22 kembali mencuri perhatian. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) hadir membawa misi besar: memperkuat citra sawit berkelanjutan sekaligus memperluas pasar ekspor ke Tiongkok.
Bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), BPDP menampilkan kampanye “Sawit Baik” yang menekankan keberlanjutan, keterlacakan, hingga kontribusi sawit pada ekonomi nasional. Tidak hanya itu, produk UMKM berbasis sawit ikut dipamerkan. CV Smart Batik, misalnya, mengolah limbah sawit menjadi sandal, tas, dan kerajinan yang langsung menarik minat pengunjung.
Antusiasme pengunjung terlihat dari interaksi mereka dengan pelaku UMKM. Banyak yang menanyakan proses produksi hingga peluang kerja sama. Situasi ini menunjukkan wajah baru industri sawit Indonesia: tak hanya mengekspor CPO, tapi juga mengembangkan produk turunan bernilai tambah.
Posisi Tiongkok sebagai pasar kunci membuat langkah ini semakin relevan. Sepanjang 2024, impor sawit Tiongkok menembus 6 juta ton, terbesar kedua setelah India. Permintaan datang dari sektor pangan, oleokimia, hingga energi terbarukan. Bagi Indonesia, menjaga akses pasar ke Tiongkok berarti menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan jutaan petani.
Nilai ekspor sawit dan turunannya sendiri mencapai lebih dari USD 25 miliar pada 2024, setara 13 persen dari total ekspor nasional. Angka ini menegaskan peran sawit sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.
Wakil Ketua GAPKI menilai forum internasional seperti CAEXPO-CABIS menjadi sarana penting menyampaikan pesan keberlanjutan. “Tiongkok adalah pasar yang terus berkembang. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan komitmen sawit Indonesia pada prinsip keberlanjutan sekaligus membuka ruang diversifikasi produk hilir dan UMKM,” ujarnya.
Kehadiran BPDP di CAEXPO-CABIS 2025 mempertegas arah industri sawit Indonesia: tak hanya menjadi pemasok utama dunia, tetapi juga menghadirkan nilai tambah, peluang pasar baru, dan manfaat langsung bagi petani hingga pelaku UMKM. (fgn)
Editor : Foggen Bolung