Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

IHSG Tutup Pekan Ini dengan Tren Koreksi Tipis

Jasinta Bolang • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:37 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (10 Oktober 2025) mencatatkan tekanan di sesi pagi dan siang.

Pergerakan negatif ini mengikuti kecenderungan bursa kawasan Asia yang melemah. 

IHSG sendiri pada sesi I tercatat turun sekitar 0,26 % ke level 8.229,73

Di tengah penurunan ini, saham-saham perbankan besar (BBRI, BBNI) serta ARTO menjadi kontributor utama penurunan, termasuk di indeks LQ45. 

Pada pembukaan pagi, IHSG sempat melemah 37,30 poin atau ~0,45 % ke posisi 8.213,64 sebelum bergerak ke zona merah. 

Aksi jual asing dan ketidakpastian pasar global disebut menjadi sentimen utama yang menekan indeks. 

Meski demikian, pasar masih menunjukkan adanya potensi koreksi terbatas — support teknis diperkirakan berada di kisaran 8.130–8.200. 

Resistance (batas kenaikan) untuk IHSG berada di zona 8.270–8.300, jika ada dorongan positif dari sentimen global.

Baca Juga: Pemerintah Gencar Tekan Pengemplangan Pajak, Purbaya Fokus Kejar Target Rp60 Triliun

Penutupan perdagangan akhir pekan berpeluang masih dibayang-bayangi tekanan jual dari investor yang mengambil keuntungan (profit taking).

Investor disarankan untuk mencermati saham-saham defensif dan fundamental kuat sebagai opsi akumulasi.

Pelemahan valuta asing atau data ekonomi domestik positif bisa memberikan katalis pemulihan sebelum penutupan akhir pekan.

Kondisi global seperti kebijakan suku bunga bank sentral AS, serta sentimen ekonomi kawasan, menjadi faktor acuan pasar ke depan.

Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh perilaku investor domestik yang mulai berhati-hati memasuki akhir pekan.

Volume dan likuiditas pasar akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah tren koreksi akan berlanjut atau berbalik.

Jika aksi jual terus bertahan, IHSG bisa menutup pekan dengan koreksi moderat.

Namun bila katalis positif masuk — seperti pengumuman kebijakan moneter atau data ekonomi — masih ada peluang rebound Jumat sore.

Pasar modal akan memantau rapat bank sentral global, serta rilis laporan keuangan korporasi kuartal III sebagai faktor penggerak selanjutnya.

Meski demikian, koreksi yang moderat dalam pasar saham kadang dianggap sebagai fase konsolidasi menjelang tren baru.

Penutupan pekan ini akan menjadi acuan sentimen investor memasuki minggu depan yang penuh dinamika.

(ra)

Editor : Jasinta Bolang
#BursaIndonesia #Ekonomi #ihsg #PasarSaham #investor