MANADOPOST.ID-Bank SMBC Indonesia mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I tahun 2025. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, pendapatan operasional tumbuh 19 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp9,1 triliun.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih meningkat 15 persen menjadi Rp8 triliun, didorong oleh kontribusi positif dari penyaluran kredit, penempatan aset likuid, serta pendapatan bunga bersih dari Grup OTO.
Adapun penyaluran kredit naik 5 persen hingga mencapai Rp185,04 triliun pada periode Januari–Juni 2025. Communications and Daya Head SMBC Indonesia, Andrie Darusman, menuturkan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan fundamental bisnis SMBC Indonesia yang kuat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
SMBC Indonesia berkomitmen menjadi main bank yang tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan perubahan berarti bagi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia.
"SMBC memiliki visi menjadi yang utama dan ingin memberikan perubahan yang berarti. Inilah yang membedakan kami dengan bank lain," katanya.
Hingga 30 Juni 2025, SMBC Indonesia telah hadir di 32 provinsi dan lebih dari 200 kota di seluruh Indonesia. SMBC kini melayani lebih dari 11 juta nasabah, dengan dukungan 30.040 karyawan di berbagai wilayah. "SMBC Indonesia juga mempertahankan peringkat kredit tertinggi nasional dengan rating ‘AAA(idn)’ dari lembaga pemeringkat internasional, menunjukkan posisi keuangan yang sehat dan berkelanjutan," tambahnya.
Dalam menjalankan bisnisnya, SMBC Indonesia mengelola berbagai segmen layanan, mulai dari perbankan ritel hingga korporasi.
Ekosistem layanan SMBC meliputi Sinaya Prioritas untuk nasabah high-net-worth individual dan affluent, Jenius untuk layanan perbankan digital bagi masyarakat modern, OTO Group dan SMBC Senior untuk pembiayaan otomotif dan solusi keuangan bagi pensiunan, TouchBiz dan SMBC Mikro untuk segmen usaha kecil dan mikro, serta layanan Syariah untuk pembiayaan berbasis prinsip syariah.
"Struktur layanan ini menggambarkan posisi SMBC sebagai bank universal yang mampu melayani seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu hingga pelaku bisnis besar," katanya.
Dalam memperkuat layanan digital, SMBC Indonesia menghadirkan Jenius, platform perbankan digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah masa kini. Aplikasi ini menghadirkan fitur-fitur inovatif seperti Flexi Saver, Dream Saver, Pay Me, dan Split Bill, yang memudahkan pengguna dalam menabung, bertransaksi, maupun merencanakan keuangan.
Melalui Jenius, SMBC tidak hanya menyediakan layanan finansial, tetapi juga mendorong peningkatan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat produktif. "Digitalisasi menjadi pilar penting strategi kami. Dengan Jenius, SMBC memperluas akses keuangan bagi semua segmen masyarakat, menghadirkan pengalaman bertransaksi yang aman, cerdas, dan efisien," jelasnya.
Regional Business Leader Micro Business & Regional Head Indonesia Bagian Timur, Yusri Asri, menambahkan bahwa SMBC Indonesia juga menjalankan berbagai program keberlanjutan sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan.
SMBC aktif mengembangkan inisiatif yang berfokus pada literasi dan inklusi keuangan, pengembangan kapasitas diri dan pelaku usaha kecil, serta program keberlanjutan sosial dan lingkungan.
Semua program ini telah tersedia dalam bentuk modul digital yang dapat diakses melalui situs resmi SMBC Indonesia, memungkinkan masyarakat di berbagai daerah memperoleh edukasi finansial dan dukungan usaha secara langsung.
"Kami percaya pertumbuhan ekonomi yang sehat harus dibangun bersama masyarakat. Karena itu, SMBC terus menghadirkan program yang mendorong kapasitas manusia, mendukung UMKM, dan menjaga keberlanjutan lingkungan," tutupnya.
Kontribusi SMBC Indonesia ini pun nyata dirasakan oleh masyarakat. Owner Two Fish Diving Centre and Resort, Febryo John Mewengkang, bersyukur dan berterima kasih atas bantuan SMBC Indonesia.
Sebagai pengusaha dan pelaku wisata, ia pernah mengalami masa sulit saat Pandemi Covid-19. "Saya punya usaha di Bali, Lombok, dan Bunaken.
Saat Covid-19 semuanya tutup. Untuk bangkit lagi butuh modal yang besar. Dan saat itu tidak ada perbankan yang mau kasih kredit untuk pariwisata. Tapi Puji Tuhan SMBC Indonesia kasih saya kepercayaan," syukurnya.
Sejak dapat bantuan itu, usahanya mulai bangkit dan sekarang sudah mulai bergeliat. "Saya sangat berterima kasih kepada SMBC Indonesia. Dan senang menjadi nasabah SMBC sampai dengan saat ini," kuncinya.
Editor : Ayurahmi Rais