MANADOPOST.ID - Industri perbankan nasional terus menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juli 2025, kredit perbankan tumbuh solid sebesar 7,03 persen (yoy). Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 2,28 persen, serta Loan at Risk (LaR) menurun menjadi 9,68 persen. Capaian ini menegaskan bahwa sektor keuangan masih menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kondisi serupa juga tercermin di daerah. Kepala OJK Sulutgomalut, Robert Sianipar, menyampaikan bahwa hingga Desember 2024, total penyaluran kredit di Sulawesi Utara mencapai Rp53,46 triliun, naik 5,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp50,44 triliun. Menurutnya, tren positif ini menggambarkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha, khususnya pada sektor produktif seperti pariwisata dan UMKM yang menjadi penopang ekonomi daerah.
Melihat momentum pertumbuhan kredit yang positif, SMBC Indonesia turut memperkuat komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung sektor pariwisata sebagai salah satu lokomotif ekonomi lokal. Melalui berbagai produk pembiayaan yang berdampak positif, bank ini membantu pelaku usaha wisata dan ekonomi kreatif memperluas kapasitas usaha, meningkatkan daya saing, serta memperluas peluang kerja di daerah.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Febryo John Mewengkang, pelaku usaha resort dan diving centre “Two Fish” yang beroperasi di Pulau Bunaken, Pulau Lembeh, dan Bali. Usaha keluarga yang berdiri sejak 2001 ini sempat terpukul selama pandemi COVID-19 karena terhentinya aktivitas wisata. Namun berkat dukungan pembiayaan dari SMBC Indonesia sejak 2023, Febryo berhasil memulihkan bahkan mengembangkan kembali bisnisnya. Dana pinjaman yang ia peroleh digunakan untuk renovasi resort, peremajaan kapal diving, hingga peningkatan fasilitas wisata, yang kini kembali ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.
“Dukungan finansial yang tepat bukan hanya membantu kami bertahan, tapi juga membuka peluang untuk tumbuh lebih besar,” ujar Febryo dengan optimisme.
Komitmen SMBC Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif juga tercermin dari kinerja keuangannya. Hingga semester I 2025, bank ini menyalurkan kredit sebesar Rp185,04 triliun, meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp176,25 triliun. Angka tersebut menunjukkan dedikasi SMBC Indonesia untuk memberikan dampak nyata bagi nasabah dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Pertumbuhan kredit nasional dan daerah yang positif menunjukkan bahwa optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi masih tinggi. Dengan dukungan lembaga keuangan seperti SMBC Indonesia, sektor pariwisata kini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga momentum pertumbuhan Indonesia ke depan.(*)
Editor : Amelia Beatrix