Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

UEA Catat Lonjakan 130% Ekspor Nonmigas Berkat Program CEPA Global

Jasinta Bolang • Selasa, 4 November 2025 | 13:58 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Uni Emirat Arab (UEA) mencatat peningkatan ekspor nonmigas sebesar 130% sejak menerapkan kebijakan perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2021.

Data tersebut diumumkan oleh Kementerian Ekonomi UEA pada konferensi perdagangan internasional di Abu Dhabi, awal November 2025.

Lonjakan ini mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi ekonomi yang digagas oleh pemerintah UEA.

Menurut laporan WAM (Emirates News Agency), UEA telah menandatangani 13 perjanjian CEPA dengan berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Negara-negara mitra tersebut termasuk Indonesia, India, Kenya, dan Turki.

Ekspor terbesar UEA berasal dari sektor logam, petrokimia, dan produk teknologi informasi.

Kementerian Ekonomi mencatat total nilai ekspor nonmigas mencapai lebih dari US$ 450 miliar pada 2024.

Langkah ini menjadi bagian penting dari visi UAE Centennial 2071 yang menargetkan ekonomi nonmigas berkontribusi 70% terhadap PDB nasional.

Baca Juga: Pastikan Penggunaan LPG Subsidi Tepat Sasaran, Pemkot Manado Pertamina, dan Hiswana Migas Sidak Tempat Usaha

Menteri Ekonomi UEA, Abdulla bin Touq Al Marri, menyebut bahwa CEPA menjadi alat vital untuk memperluas pasar dan mendorong investasi bilateral.

Program CEPA memungkinkan penghapusan tarif dan peningkatan mobilitas tenaga kerja antarnegara.

Selain peningkatan ekspor, investasi asing langsung (FDI) ke UEA juga naik 45% dalam dua tahun terakhir.

Keberhasilan ini didorong oleh kebijakan pro-bisnis dan infrastruktur logistik yang terintegrasi.

UEA juga berkomitmen untuk memperluas CEPA ke kawasan Asia Tenggara dan Afrika pada 2026.

Negara ini kini dipandang sebagai hub perdagangan global yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar dunia.

CEPA menjadi pondasi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan daya saing industri lokal UEA.

Analis menilai strategi diversifikasi UEA berhasil mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan minyak.

Kesuksesan ini menjadi inspirasi bagi negara-negara Teluk lainnya dalam melakukan reformasi ekonomi.

Pemerintah menegaskan bahwa inovasi, perdagangan, dan investasi adalah tiga pilar utama masa depan ekonomi UEA.

Dengan kebijakan CEPA yang agresif, UEA kini menjadi pemain penting dalam rantai pasok global nonmigas.

Keberhasilan ini menandai era baru perdagangan internasional di kawasan Teluk yang lebih terbuka dan inklusif.

(ra)

Editor : Jasinta Bolang
#Investasi #UEA #Ekspor #Perdagangan Global #CEPA