Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hari Pneumonia Sedunia 2025: MSD Ajak Orang Tua Jadi Pahlawan Kesehatan untuk Selamatkan Anak dari Pneumonia

Amelia Beatrix • Senin, 10 November 2025 | 18:14 WIB

MSD Indonesia ajak orang tua waspada pneumonia dan perkuat edukasi kesehatan anak menjelang Hari Pneumonia Sedunia, Jakarta (10/11).
MSD Indonesia ajak orang tua waspada pneumonia dan perkuat edukasi kesehatan anak menjelang Hari Pneumonia Sedunia, Jakarta (10/11).

MANADOPOST.ID – Menjelang Hari Pneumonia Sedunia yang diperingati pada 12 November, MSD Indonesia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran mengenai pneumonia, salah satu penyebab utama kematian anak di dunia. Peringatan ini bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, yang menjadi momen untuk mengingat bahwa setiap orang tua memiliki peran besar sebagai pahlawan kesehatan bagi anak-anak mereka.

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang dapat menyerang bayi dan balita, kelompok yang paling rentan terhadap komplikasi. UNICEF mencatat, satu anak di dunia meninggal akibat pneumonia setiap 43 detik. Lebih dari 725.000 anak balita secara global meninggal setiap tahun, termasuk sekitar 190.000 bayi baru lahir. Di Indonesia, BPJS Kesehatan mencatat total pembiayaan penanganan pneumonia mencapai Rp 8,7 triliun pada 2023, menunjukkan besarnya beban kesehatan serta ekonomi nasional.

Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menyampaikan bahwa pemahaman yang benar menjadi langkah penting dalam melindungi anak dari pneumonia.

“Momen Hari Pahlawan dan Hari Pneumonia Sedunia mengingatkan kita bahwa orang tua dapat menjadi pahlawan bagi kesehatan anak-anaknya. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa mencegah dampak fatal pneumonia dan mewujudkan generasi Indonesia yang lebih kuat dan sehat,” ujarnya.

Deteksi Dini Penting untuk Cegah Komplikasi

Pneumonia sering dianggap sebagai batuk dan pilek biasa. Namun, tanpa penanganan tepat, penyakit ini dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius. Dokter Anak Konsultan Respirologi FKUI RSCM, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi, mengingatkan pentingnya kewaspadaan pada orang tua.

“Jika anak mengalami demam, batuk, pernapasan cepat, atau tarikan dinding dada saat bernapas, orang tua harus segera mencari bantuan medis. Deteksi dini mencegah kondisi menjadi lebih parah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, memastikan anak memperoleh nutrisi yang baik, serta memeriksa kesehatan anak secara rutin.

Edukasi Jadi Perisai Utama Keluarga

Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, menegaskan bahwa edukasi merupakan kunci utama dalam upaya menekan angka pneumonia pada anak.

“Ketika orang tua mengetahui tanda-tanda awal pneumonia dan memahami kapan harus mencari pertolongan medis, risiko komplikasi berat dapat diminimalkan,” katanya.

Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, menambahkan bahwa literasi kesehatan keluarga memiliki dampak besar.

“Saat seorang ibu memahami cara menjaga kesehatan anaknya, ia menjadi pahlawan sejati bagi keluarganya. Edukasi adalah dasar untuk memastikan generasi berikutnya tumbuh sehat,” ujarnya.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Pahlawan #Anak #pnemonia #Kesehatan #MSD #10 november