Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sulut akan Resmikan Migran Center dan Migran Corner, Ciptakan Pekerja yang Terampil

Ayurahmi Rais • Selasa, 11 November 2025 | 14:13 WIB

 

 

 

Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik Ilham Akbar Mustafa berserta jajaran saat mengunjungi Gedung GRHA Pena Manado Post, Senin (10/11)
Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik Ilham Akbar Mustafa berserta jajaran saat mengunjungi Gedung GRHA Pena Manado Post, Senin (10/11)

 

 

MANADOPOST.ID — Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga untuk membentuk ekosistim dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing di pasar global. 

 

Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik Ilham Akbar Mustafa, S.T., M.Si mengatakan, pembentukan ekosistim ini menjadi bagian dari strategi nasional meningkatkan kualitas SDM dan membuka peluang kerja di negara-negara maju.

Melalui kolaborasi Pentahelix menurut Ilham, kementerian, lembaga pendidikan, dunia industri, media, dan komunitas, P2MI memastikan calon pekerja migran dibekali pelatihan berbasis kompetensi serta pemahaman budaya kerja negara tujuan.

Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik Ilham Akbar Mustafa bersama Dirut MP Marlon Sumaraw
Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik Ilham Akbar Mustafa bersama Dirut MP Marlon Sumaraw

 

“Kami ingin tenaga kerja Indonesia bukan hanya bekerja di luar negeri, tetapi menjadi aset yang membanggakan bangsa karena keahliannya diakui dunia,” ujar Ilham Akbar, dalam pertemuan dengan Rektor Unima dan jajaran, Kepala Balai Perlindungan Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulut, dan Direksi Manado Post, Senin (10/11) siang di Grah Pena Manado Post. 

Program ini lanjut Ilham, diharapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, mendorong peningkatan devisa dan memperkuat citra positif pekerja Indonesia di kancah internasional.

"Karena itu kami mendorong Sulut harus jadi percontohan nasional kolaborasi pentahelix untuk menciptakan ekosistim yang menguasai dari hulu sampai hilir pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri yang prosedural dan legal serta aman dan dilindungi negara," jelas Ilham Akbar. 

Photo
Photo

Hadir dalam pertemuan ini, selain Ilham, juga Kepala BP3MI Sulawesi Utara, Syahrul Afriadi, beserta tim, Rektor Universitas Negeri Manado Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Prof. Dr. Donal Matheos Ratu, M.Hum., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Lenny Leorina Evinita, B.Sc., MA., MBA., Ph.D

Hadir pula para dekan fakultas di Unima, Dr. Sjeddie Watung, MAP. (Dekan FEB), Dr. Grace Sherly Luntungan, M.Hum. (Dekan FBS), Dr. Frederick Makadada, M.Kes., AIFO. (Dekan FIKKM), dan Dr. Aldjon Dapa, M.Pd. (Dekan FIPP).

Stafsus Ilham mengungkap arahan dari Menteri untuk melaksanakan tugas ke daerah-daerah harus dengan konsep Pentahelix, dimana konsep ini melibatkan 5 stakeholder utama yaitu Pemerintah, Akademisi, Swasta, Komunitas dan Media.

Pertemuan ini menjadi langkah awal pembentukan Migran Center Sulawesi Utara di kantor Manado Post, serta Migran Corner yang akan hadir di kampus pilihan, sebagai pusat informasi dan pelatihan tenaga kerja migran resmi dari pemerintah.

Dalam diskusi, Ilham Akbar Mustafa menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo saat ini adalah mengirimkan 500.000 tenaga kerja trampil (high skill) ke luar negeri. 

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 triliun melalui APBN guna mendukung pelatihan dan penempatan pekerja migran.

“Presiden ingin warga Indonesia tidak lagi dikenal sebagai pekerja kasar, tapi sebagai tenaga profesional yang dihargai. Kita siapkan mereka lewat pelatihan dan sertifikasi internasional,” jelas Ilham.

Program ini juga didukung oleh KUR Penempatan, dengan plafon hingga Rp100 juta dan bunga ringan 6% selama tiga tahun untuk membantu calon pekerja tanpa harus bergantung pada pinjaman tidak resmi.

Pasalnya, selama ini banyak masyarakat terpaksa mengambil pinjaman hingga Rp120 juta dari koperasi dan pinjol, yang kemudian dipotong dari gaji setelah bekerja di luar negeri.

Menurut Kepala BP3MI Sulut, Syahrul Afriadi, masyarakat Sulawesi Utara khususnya dari Manado, menunjukkan minat tinggi untuk bekerja di Jepang, dibanding negara lainnya. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga trampil di sektor hospitality, perawatan lansia, hingga manufaktur di Negeri Sakura.

Sementara itu, Rektor Unima Dr. Joseph Philip Kambey mengungkap bahwa setiap tahun kampusnya meluluskan sekitar 2.800 fresh graduate, yang menjadi potensi besar untuk diarahkan melalui kerja sama ini. 

Pengalaman Unima dalam program pemagangan ke Jepang menunjukkan bahwa mahasiswa masih perlu meningkatkan kesiapan disiplin serta kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja dan gaya hidup di luar negeri. “Kami Siap,” ungkap Rektor Unima.

Lebih lanjut, biaya pelatihan dan penempatan calon tenaga kerja migran juga akan dialokasikan dalam APBD. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses bagi masyarakat menengah ke bawah untuk mengikuti program pelatihan resmi pemerintah.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, media, dan institusi pendidikan untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, bermartabat, dan siap bersaing di dunia internasional. 

Editor : Ayurahmi Rais