MANADOPOST.ID — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan capaian impresif sepanjang 2025. Hingga 31 Oktober 2025, total penyaluran telah menembus Rp1,025 triliun, disalurkan kepada 19.486 debitur di seluruh kabupaten dan kota. (lihat grafis,red).
Angka ini mencerminkan semakin luasnya akses pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pembiayaan produktif. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi tersebut telah mencapai 195,67% dari target debitur, dan 72,26% dari target nominal penyaluran senilai Rp1,41 triliun.
Sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penerima manfaat terbesar, dengan kontribusi 44,79% dari total penyaluran, atau setara Rp459,08 miliar kepada 7.744 debitur. Sektor ini mencerminkan denyut ekonomi Sulawesi Utara, terutama di kawasan perkotaan seperti Manado, Bitung, dan Tomohon, di mana aktivitas jual beli dan distribusi barang menjadi tumpuan utama masyarakat.
Dari sisi skema pembiayaan, KUR Mikro mendominasi dengan kontribusi 56,97% terhadap total nilai penyaluran. Skema ini mencakup kredit antara Rp10 juta hingga Rp100 juta dan terbukti paling diminati oleh pelaku usaha kecil yang tengah memperluas kapasitas produksi maupun memperkuat permodalan usaha.
Sementara dari sisi lembaga penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi motor utama program KUR di Sulawesi Utara. Hingga akhir Oktober, BRI telah menyalurkan Rp553,10 miliar atau 53,96% dari total penyaluran KUR, menjangkau 14.192 debitur di berbagai sektor produktif.
Kepala Kanwil DJPb Sulut, Hari Utomo menjelaskan keberhasilan ini menunjukkan bahwa program KUR tidak hanya menjadi alat pemulihan ekonomi pascapandemi, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis usaha rakyat. “Tingginya realisasi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan produktif yang mudah diakses dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan,” ungkapnya.
Pihaknya pun optimistis capaian ini akan terus tumbuh hingga akhir tahun, seiring meningkatnya minat UMKM terhadap pembiayaan formal dan komitmen perbankan untuk memperluas jangkauan kredit produktif di Sulut.
Progress Penyaluran KUR per Kabupaten/Kota (sampai dengan 31 Oktober 2025)
*Manado
Penyaluran KUR: Rp253.493.700.000
Debitur: 3.392
Persentase: 22,02%
*Minahasa
Penyaluran KUR: Rp158.558.800.000
Debitur: 2.830
Persentase: 13,77%
*Bolaang Mongondow
Penyaluran KUR: Rp142.448.700.000
Debitur: 3.569
Persentase: 12,37%
*Minahasa Selatan
Penyaluran KUR: Rp105.347.250.006
Debitur: 2.273
Persentase: 9,15%
*Kepulauan Sangihe
Penyaluran KUR: Rp89.557.450.000
Debitur: 2.785
Persentase: 7,78%
*Bitung
Penyaluran KUR: Rp84.735.300.000
Debitur: 1.375
Persentase: 7,36%
*Minahasa Utara
Penyaluran KUR: Rp70.613.800.000
Debitur: 1.160
Persentase: 6,13%
*Kotamobagu
Penyaluran KUR: Rp53.618.000.000
Debitur: 872
Persentase: 4,66%
*Kepulauan Talaud
Penyaluran KUR: Rp52.064.210.000
Debitur: 1.684
Persentase: 4,52%
*Tomohon
Penyaluran KUR: Rp49.280.400.000
Debitur: 758
Persentase: 4,28%
*Minahasa Tenggara
Penyaluran KUR: Rp45.210.800.000
Debitur: 729
Persentase: 3,93%
*Bolaang Mongondow Selatan
Penyaluran KUR: Rp15.934.100.000
Debitur: 129
Persentase: 1,38%
*Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Penyaluran KUR: Rp13.254.000.000
Debitur: 194
Persentase: 1,15%
*Bolaang Mongondow Timur
Penyaluran KUR: Rp9.447.500.000
Debitur: 107
Persentase: 0,82%
*Bolaang Mongondow Utara
Penyaluran KUR: Rp7.382.500.000
Debitur: 62
Persentase: 0,64%
Total Sulawesi Utara
Penyaluran KUR: Rp1.151.126.220.006
Debitur: 21.859
Persentase: 100%
Keterangan:
Penyaluran KUR tertinggi berada di Kota Manado sebesar Rp253,49 miliar kepada 3.392 debitur (22,02%), sedangkan terendah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebesar Rp7,38 miliar kepada 62 debitur.
Sumber: DJPB Sulut, Diolah Manado Post, Rabu (12/11/2025)
Editor : Ayurahmi Rais