Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MSD & Kemenkes RI Perkuat Literasi Kesehatan Publik, Tangkal Hoaks Kanker Leher Rahim di Era AI

Amelia Beatrix • Selasa, 18 November 2025 | 06:55 WIB

Photo
Photo
MANADOPOST.ID – Di tengah perkembangan pesat teknologi digital, arus informasi kesehatan kini beredar sangat cepat namun tidak selalu akurat. Salah satunya terkait kanker leher rahim yang hingga kini masih diselimuti berbagai mitos dan misinformasi. Menyikapi kondisi ini, MSD Indonesia (nama dagang Merck & Co., Inc., Rahway, N.J., USA) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menyelenggarakan program edukasi tahunan bagi jurnalis, yang kini memasuki tahun keempat. Tahun ini program mengangkat tema “Lawan Misinformasi Kanker Leher Rahim di Era AI,” sekaligus memperingati World Cervical Cancer Elimination Day.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor. Acara dibuka oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan RI, drg. Monica R. Nirmala, MPH, yang mewakili Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan; dan External Affairs Director MSD Indonesia, Dudit Triyanto. Selanjutnya sesi edukasi diisi oleh para narasumber ahli, yaitu Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, MKM; Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si; Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah Badan Komunikasi Pemerintah RI, Noudhy Valdryno; serta Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc.

Misinformasi Kesehatan Masih Mengkhawatirkan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat bahwa sepanjang 2024 ditemukan lebih dari 1.900 konten hoaks, dengan 163 di antaranya terkait kesehatan—mulai dari isu vaksinasi hingga obat herbal. Tingginya hoaks kesehatan tersebut memperlihatkan pentingnya literasi masyarakat dalam memilah informasi, terutama terkait isu-isu sensitif seperti kanker leher rahim dan imunisasi HPV.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, MKM mengatakan bahwa penyebaran informasi yang tepat memainkan peran besar dalam menurunkan kasus kanker leher rahim di Indonesia. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa kanker leher rahim merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi HPV. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus memperluas cakupan imunisasi, tidak hanya bagi anak perempuan, tetapi juga bagi anak laki-laki sebagai bagian dari perlindungan komprehensif terhadap risiko infeksi virus HPV.

HPV, Risiko Nyata yang Bisa Dicegah

Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si menjelaskan bahwa infeksi HPV seringkali tidak menunjukkan gejala. Virus dapat bertahan bertahun-tahun dalam tubuh hingga berkembang menjadi berbagai kanker di kemudian hari. Ia menyebutkan bahwa sekitar 71 persen kasus kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV, sementara virus yang sama juga menjadi pemicu kanker vagina, vulva, penis, orofaring, serta penyebab 90 persen kasus kutil kelamin.

Ia menegaskan bahwa vaksin HPV merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker yang berkaitan dengan virus tersebut. Vaksin ini telah digunakan sejak 2006 dan saat ini diadopsi di lebih dari 130 negara. Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi HPV memiliki rekam jejak panjang, aman, dan terbukti memberikan perlindungan jangka panjang.

Prof. Soedjatmiko juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi menyesatkan yang sering beredar di media sosial. Ia menganjurkan agar masyarakat mengandalkan sumber terpercaya seperti tenaga kesehatan, peneliti, dan lembaga resmi.

AI: Peluang dan Tantangan Baru dalam Penyebaran Informasi Kesehatan

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperoleh informasi kini semakin meningkat. Berdasarkan survei Katadata Insight Center, 64,7 persen masyarakat menggunakan AI untuk mencari informasi, dan 70 persen di antaranya mempercayai konten yang dihasilkan AI. Temuan ini menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar dalam mendukung edukasi kesehatan, namun tetap memerlukan pengawasan dan literasi digital agar tidak memperkuat penyebaran informasi yang salah.

Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah Badan Komunikasi Pemerintah, Noudhy Valdryno, menekankan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem komunikasi publik yang sehat di era AI. Ia menyatakan bahwa setiap individu memiliki andil penting dalam memutus rantai hoaks dan disinformasi. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan media, akademisi, dan sektor swasta termasuk MSD Indonesia.

MSD Indonesia Dorong Masyarakat Cerdas Memilih Informasi

Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc menekankan bahwa meskipun teknologi menawarkan akses informasi yang luas, keakuratan tetap menjadi tanggung jawab bersama. Ia mendorong masyarakat untuk memeriksa validitas sumber, memverifikasi referensi, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

Menurutnya, pemahaman yang benar sangat penting untuk mendorong pencegahan kanker leher rahim melalui imunisasi HPV dan deteksi dini. Ia menegaskan komitmen MSD Indonesia untuk terus mendukung edukasi publik agar ruang digital semakin sehat dan bebas dari misinformasi.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#imunisasi #edukasi #hpv #Kemenkes RI #MSD #kanker mulut rahim