Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Digitalisasi UMKM Amartha Jadi Rujukan Asia, Dua Negara Datang Belajar ke Indonesia!

Amelia Beatrix • Kamis, 20 November 2025 | 11:27 WIB

Ibu Nurjannah, mitra UMKM binaan Amartha asal Makassar yang memperluas layanan warung kelontongnya dengan bergabung sebagai warung digital AmarthaLink.
Ibu Nurjannah, mitra UMKM binaan Amartha asal Makassar yang memperluas layanan warung kelontongnya dengan bergabung sebagai warung digital AmarthaLink.

MANADOPOST.ID — Perjalanan digitalisasi UMKM Indonesia kembali menarik perhatian dunia. Dua lembaga keuangan mikro terkemuka dari Asia RAFI Microfinance Inc. asal Filipina dan BURO dari Bangladesh datang langsung ke Indonesia untuk mempelajari strategi digital dan inovasi inklusi keuangan yang dijalankan oleh Amartha Financial (Amartha). Kunjungan ini menjadi pengakuan atas kemajuan Indonesia dalam mengembangkan ekosistem fintek yang mampu mendorong pemberdayaan UMKM perdesaan secara berkelanjutan.

Selama kunjungan, delegasi RAFI dan BURO melihat langsung bagaimana teknologi digunakan Amartha untuk memperkuat UMKM ultra-mikro perempuan di desa. Mereka tak hanya berdiskusi di kantor Amartha, tetapi juga bertemu langsung dengan para mitra binaan di Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Salah satu kisah yang menarik perhatian adalah milik Ibu Nurjannah, pemilik warung kelontong asal Makassar yang usahanya berkembang pesat setelah bergabung sebagai warung digital AmarthaLink. Transformasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi mampu membuka peluang usaha baru bagi perempuan di perdesaan.

Perwakilan BURO Bangladesh, Md. Shahinoor Islam Khan, menyebut inovasi Amartha sangat relevan untuk diadaptasi di negara mereka, terutama dalam digitalisasi pelayanan UMKM di daerah. Hal serupa disampaikan Thomas Kocsis, President & CEO RAFI Microfinance Inc., yang melihat Amartha sebagai contoh sukses penggunaan teknologi untuk melayani jutaan pelaku UMKM dalam skala besar.

Sejak berdiri pada 2010, Amartha telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 3,3 juta perempuan pelaku UMKM di perdesaan Indonesia. Lompatan besar ini ditopang oleh digitalisasi yang digencarkan sejak 2016, mulai dari penggunaan model pembiayaan berbasis komunitas, sistem penilaian kredit berbasis kecerdasan buatan (AI), layanan pembayaran digital, hingga fitur investasi mikro mulai dari Rp10.000. Rangkaian layanan ini memungkinkan pelaku UMKM tak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga mendapat passive income melalui investasi, serta mengakses transaksi digital tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Menurut Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, teknologi memiliki peran besar dalam menjaga kualitas portofolio dan menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa teknologi yang diterapkan dengan tepat dapat mengangkat potensi ekonomi daerah.

Selain belajar mengenai digitalisasi, delegasi RAFI dan BURO juga menyoroti pentingnya pelatihan SDM lapangan, penguatan manajemen risiko, dan perlindungan konsumen demi membangun ekosistem UMKM yang sehat. Amartha menilai kolaborasi lintas negara seperti ini merupakan kunci untuk mempercepat kemajuan UMKM di kawasan Asia. Melalui agenda tahunan Asia Grassroots Forum, Amartha berkomitmen memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, investor global, hingga pelaku perubahan. Forum edisi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

Kunjungan dua institusi microfinance tersebut menjadi bukti bahwa inovasi Indonesia semakin dilirik dunia. Praktik digitalisasi UMKM Amartha bukan hanya menginspirasi, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak kolaborasi regional untuk memperkuat ekonomi akar rumput di Asia.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Amartha #bangladesh #UMKM #fintek #filiphina