Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gugur Gunung Vol.4 Hadirkan 'Seteko Mimpi Sebakul Cerita' Panggung Kolaborasi Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Amelia Beatrix • Senin, 24 November 2025 | 15:43 WIB

Penampilan maestro tari Didik Nini Thowok dengan Tari Topeng Walang Kekek
Penampilan maestro tari Didik Nini Thowok dengan Tari Topeng Walang Kekek

MANADOPOST.ID — Wulangreh Omah Budaya kembali mempersembahkan pertunjukan Teater Tari tahunan Gugur Gunung, yang tahun ini mengusung tema “Seteko Mimpi Sebakul Cerita”. Pementasan yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki tersebut menghadirkan perpaduan tari, teater, musik, komedi, hingga visual yang dirangkai dalam alur naratif lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tema “Seteko Mimpi Sebakul Cerita” lahir dari pandangan bahwa setiap mimpi meski kecil akan bertemu dengan kisah lain dan membentuk makna bersama. Seteko menggambarkan harapan yang terkumpul setetes demi setetes, sementara sebakul cerita melambangkan kisah kolektif yang tumbuh ketika harapan tersebut dibagikan. “Kami percaya setiap orang membawa seteko mimpi yang kalau dibagikan akan tumbuh menjadi sebakul cerita. Di situlah kesenian menemukan napasnya,” ujar Reny Ajeng, Co-founder Wulangreh Omah Budaya.

Tahun ini, Gugur Gunung tampil dengan format lebih naratif, merangkai tari dan teater sebagai satu cerita utuh. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga relevansi budaya gerak di tengah perkembangan bahasa artistik modern sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas disiplin. Melalui karya ini, Wulangreh Omah Budaya ingin menegaskan bahwa kesenian merupakan kerja bersama yang tumbuh dari keterlibatan banyak tangan.

Panggung Gugur Gunung Vol.4 juga menghadirkan maestro tari Didik Nini Thowok serta komika Arif Alfiansyah sebagai bintang tamu, memperkaya dinamika pertunjukan. “Kolaborasi adalah cara kami merawat budaya gerak. Semakin banyak tangan terlibat, semakin hidup pula karya yang dihasilkan,” tambah Reny.

Lebih dari 500 penampil dari beragam latar belakang dan usia ikut terlibat dalam pementasan ini. Seluruhnya berasal dari komunitas Omah Wulangreh yang saat ini memiliki puluhan kelas seni, mulai dari tari dewasa, karawitan, kelas anak, hingga teater.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Wulangreh Omah Budaya juga menghadirkan Nari-Narian pada 22 November 2025 di panggung Amartha Impact Festival x Gugur Gunung di selasar Teater Besar TIM. Acara ini dibuka dengan tarian Legong Jobog dan dilanjutkan sesi menari bersama Ksatria Swargaloka. Nari-Narian menjadi ruang inklusif untuk berbagi energi melalui gerak tanpa syarat dan tanpa biaya.

Sinergi budaya dan pemberdayaan turut hadir melalui Pasar Minggu Pahingan, wadah UMKM yang telah diinisiasi Omah Wulangreh sejak 2019. Tahun ini, program tersebut berkolaborasi dengan UMKM binaan Amartha, menghadirkan produk kuliner, fesyen, hingga kain nusantara. “Lewat Pasar Minggu Pahingan, kami berharap dapat menjadi wadah bertemunya pembeli dan penjual sehingga ikut mendorong roda perekonomian masyarakat,” kata Reny.

Amartha, perusahaan teknologi finansial yang telah memberdayakan 3,3 juta UMKM perempuan, mendukung penuh gelaran Gugur Gunung Vol.4 karena nilai kesamaan visi dalam pemberdayaan akar rumput. “Tema ‘Seteko Mimpi, Sebakul Cerita’ beresonansi dengan perjalanan Amartha yang menjadi saksi lahirnya jutaan mimpi dari warung sederhana di pelosok desa. Kehangatan itu yang ingin kami rayakan melalui kolaborasi ini,” ujar Aria Widyanto, Chairman Amartha.org.

Bagi Amartha, budaya dan ekonomi rakyat adalah dua kekuatan yang saling menguatkan. Ketika UMKM bertumbuh, identitas lokal hidup; dan ketika budaya dirawat, ekosistem ekonomi ikut berkembang. Melalui dukungan di Gugur Gunung Vol.4, Amartha berharap ruang tumbuh bagi UMKM Indonesia semakin luas.

Pertunjukan ini juga mengangkat lakon Angkringan Nyicil Mimpi, yang menggambarkan sebuah angkringan fiktif milik Pak Sabar dan Bu Sabar—tempat di mana warga datang membawa keluh, harapan, dan cerita untuk kemudian dirangkai menjadi sajian tari dan lakon penuh makna.

Wulangreh Omah Budaya, yang berdiri sejak 2018, merupakan yayasan nirlaba yang bergerak dalam bidang seni, sosial, dan budaya. Berlokasi di Jakarta Selatan, komunitas ini menjadi ruang belajar seni tradisi Indonesia dengan suasana informal, teduh, dan bersahabat, sekaligus tempat nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal terus ditumbuhkan.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Amartha #UMKM #Gugur Gunung #kolaborasi #didik nini thowok #penari