Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Grab dan GoTo Bahas Merger Besar Bernilai US$29 Miliar, Indonesia Tawarkan Golden Share

Jasinta Bolang • Kamis, 27 November 2025 | 14:45 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Dunia bisnis digital Indonesia kembali digemparkan dengan kabar rencana merger dua raksasa teknologi Asia Tenggara.

Grab dan GoTo dilaporkan sedang melakukan pembicaraan lanjutan mengenai penggabungan perusahaan.

Menurut Financial Times, nilai merger ini diperkirakan bisa mencapai US$29 miliar.

Jika terjadi, merger ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia turut terlibat dalam proses negosiasi melalui lembaga investasi negara Danantara.

Indonesia disebut meminta golden share, yaitu saham istimewa yang memberi hak khusus terhadap pengambilan keputusan tertentu.

Baca Juga: Bisnis Inggris Tunda Investasi Menjelang Pengumuman Anggaran Negara

Golden share ini bertujuan memastikan operasi perusahaan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Hak khusus tersebut dapat mencakup penetapan upah driver, perlindungan data, dan layanan publik.

Grab dan GoTo saat ini menguasai hampir 90 persen pasar ride-hailing di Indonesia.

Penggabungan dua raksasa ini akan menciptakan dominasi kuat dalam layanan transportasi online.

Namun merger ini juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kompetisi pasar.

Pihak regulator kemungkinan akan memberi syarat ketat agar merger tidak merugikan mitra driver dan konsumen.

Financial Times melaporkan bahwa merger ini menghadapi tantangan politik dan bisnis yang besar.

Salah satunya adalah tekanan dari investor global seperti SoftBank.

Driver ojek online juga memantau situasi karena khawatir tarif akan berubah.

Pemerintah ingin memastikan layanan tetap adil bagi pekerja lapangan.

Merger ini juga dianggap bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem digital Asia Tenggara.

Jika berhasil, ekosistem fintech, e-commerce, dan logistik digital akan semakin terintegrasi.

Namun proses negosiasi masih panjang dan tidak mudah.

Semua pihak menunggu keputusan resmi pada awal 2026.

(ra)

Editor : Jasinta Bolang
#RideHailing #Merger #BisnisDigital #StartupIndonesia #GrabGoTo