MANADOPOST.ID – Para pelaku ritel di Amerika Serikat tengah menghadapi masa sulit menjelang musim liburan.
Menurut laporan dari Detik Finance, tarif impor baru membuat biaya barang meningkat.
Kenaikan tarif ini berasal dari kebijakan perdagangan yang mulai berlaku pada 2025.
Akibatnya, banyak toko mengalami kesulitan dalam menjaga stok barang.
Barang-barang impor seperti pakaian, elektronik, dan perlengkapan rumah tangga ikut terdampak.
Beberapa toko terpaksa menaikkan harga karena biaya impor melonjak.
Kondisi ini terjadi pada saat ritel biasanya meraih puncak penjualan.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan barang biasanya meningkat drastis.
Baca Juga: AS Pangkas Tarif Impor China Jadi 47 Persen Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping
Namun stok barang yang menipis membuat sejumlah retailer kebingungan.
Menurut Business Insider, perusahaan harus mengurangi jumlah pesanan.
Bahkan beberapa perusahaan besar harus menunda kampanye diskon besar.
Hal ini membuat konsumen merasa khawatir dengan kenaikan harga yang tidak biasa.
Ekonom menyebut situasi ini sebagai ancaman terhadap daya beli masyarakat.
Kenaikan tarif impor menyebabkan harga barang menjadi tidak stabil.
Beberapa produk bahkan mengalami kenaikan hingga dua digit persentase.
Kondisi ini juga membuat rantai distribusi terganggu secara signifikan.
Pelaku usaha menyarankan pemerintah meninjau ulang kebijakan tarif.
Ritel AS sudah mengalami kesulitan sejak awal tahun akibat perubahan regulasi.
Jika situasi tidak berubah, beberapa perusahaan bisa mengalami kerugian besar.
Kondisi ini menjadi contoh pentingnya diversifikasi sumber impor bagi negara mana pun.
(ra)
Editor : Jasinta Bolang