MANADOPOST.ID - Menurut perusahaan listrik negara, sekitar 1,7 juta warga kini sudah bisa menikmati listrik kembali.
Empat kabupaten paling terdampak – yang sebelumnya gelap gulita — dilaporkan telah dialiri listrik lagi.
Kabupaten-kabupaten itu adalah Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.
Perbaikan ini terjadi setelah tim teknisi PLN bekerja secara intensif sejak bencana terjadi.
Mereka menurunkan ratusan personel dari unit seluruh Indonesia untuk memperbaiki jaringan transmisi yang rusak.
Tak hanya tower dan saluran listrik — proses pemulihan juga meliputi inspeksi keamanan, perbaikan trafo, dan distribusi ulang beban.
PLN menyatakan bahwa prioritas awal adalah layanan vital seperti rumah sakit, posko darurat, dan pusat komunikasi.
Setelah fasilitas penting aman, giliran aliran listrik menuju rumah warga, sekolah, dan usaha kecil.
Warga di empat kabupaten terdampak tadi sudah mulai menyalakan lampu, alat elektronik, dan pompa air.
Kembalinya listrik ini membawa harapan baru terutama bagi pelaku usaha kecil dan pedagang yang sempat terdampak pemadaman.
Bagi sektor pendidikan, pemulihan listrik mendukung aktivitas belajar mengajar kembali normal.
Pemerintah berharap pemulihan ini bisa membantu pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana.
Baca Juga: 1.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir di Kendari
Meski 93 persen dipulihkan, PLN mengakui bahwa masih ada wilayah kecil yang belum sepenuhnya terjangkau karena kondisi geografis sulit.
Beberapa akses jalan dan jembatan rusak membuat proses perbaikan jaringan jadi lambat dan sulit dijangkau.
PLN pun menyatakan tetap siaga dan akan terus melakukan perbaikan hingga seluruh pelanggan menerima listrik.
Masyarakat diminta bersabar sementara proses normalisasi masih berlangsung di area terpencil.
Perusahaan juga mengimbau warga untuk tetap memperhatikan keselamatan listrik — terutama jika banjir masih mengancam.
Dengan pemulihan signifikan ini, harapannya kehidupan sosial dan ekonomi di Aceh bisa kembali pulih secara bertahap setelah bencana.
(ra)
Editor : Jasinta Bolang