Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Buruh Ancam Gelar Aksi Berjilid-Jilid Jika UMP 2026 Dinilai Tak Adil

Jasinta Bolang • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:47 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Kelompok buruh menyatakan ancaman akan melakukan demonstrasi berjilid-jilid jika UMP 2026 tidak sesuai harapan mereka.

Aksi ini direncanakan menjelang periode Natal dan Tahun Baru, yang dianggap momentum penting bagi tenaga kerja.

Buruh merasa bahwa penetapan upah minimum sering kali belum mencerminkan realitas biaya hidup di berbagai daerah.

Mereka mengatakan kenaikan UMP harus lebih tinggi agar dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga pekerja.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok membuat pekerja sulit memenuhi kebutuhan dasar.

Sementara itu, pemerintah tengah memperkenalkan rumus baru untuk menghitung UMP agar lebih adil dan realistis.

Walaupun demikian, sejumlah buruh merasa kebutuhan mereka belum diperhitungkan secara memadai dalam rumus baru tersebut.

Mereka meminta agar faktor daya beli pekerja menjadi komponen utama dalam menghitung UMP.

Selain itu, serikat buruh juga menginginkan keterlibatan mereka lebih besar dalam proses penetapan UMP.

Buruh menilai dialog sebelumnya antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah masih kurang efektif.

Baca Juga: Menaker Yakin UMP 2026 Tak Picu Demo Buruh

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, aksi protes diperkirakan akan berlangsung secara bertahap di berbagai kota.

Aksi ini disebut “berjilid-jilid” karena bisa berlanjut sampai akhir tahun atau bahkan sampai realisasi UMP diumumkan.

Ketua serikat buruh menyebut bahwa pekerja tidak main-main dengan ancaman aksi ini.

Menurut mereka, nasib jutaan pekerja bergantung pada keputusan kebijakan UMP 2026.

Sejumlah buruh juga mengingatkan bahwa aksi ini bisa melibatkan anggota keluarga mereka jika tuntutan diabaikan.

Namun mereka tetap menegaskan bahwa aksi akan dilakukan secara damai dan sesuai aturan.

Pemerintah telah menyatakan kesiapan untuk berdialog dan mengevaluasi rumus UMP jika masih dirasa kurang.

Pengusaha pun mengatakan akan terus berupaya mencari titik temu dalam penetapan upah minimum yang adil.

Berbagai pihak berharap agar konflik soal besaran UMP dapat diselesaikan melalui mekanisme dialog tanpa harus berujung pada aksi besar.

Kendati demikian, ancaman aksi berjilid-jilid menunjukkan tingkat ketegangan yang masih tinggi menjelang penetapan UMP 2026. (ra)

Editor : Jasinta Bolang
#upah #ketenagakerjaan #Ekonomi #ump #pekerja