MANADOPOST.ID — PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi memperkuat langkah kolaboratif dengan Basarnas Sulawesi Selatan melalui audiensi resmi guna meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan serta kompetensi Petugas Lapangan/Pemeliharaan PLN. Pertemuan strategis ini dipimpin oleh General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, bersama Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M.
Dalam audiensi tersebut, kedua instansi membahas kebutuhan peningkatan kapasitas petugas lapangan mengingat karakteristik pekerjaan pemeliharaan jaringan transmisi yang berada di medan berisiko tinggi. Basarnas memberikan dukungan penuh terhadap rencana pelatihan keselamatan yang dirancang khusus untuk memperkuat kemampuan teknis dan kesiapsiagaan petugas PLN.
Program pelatihan yang dibahas meliputi teknik pertolongan pertama, navigasi dan komunikasi darurat, penggunaan peralatan keselamatan, hingga simulasi penanganan bencana. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan petugas PLN mampu merespons kondisi kritis di lapangan dengan cepat, tepat, dan aman.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petugas merupakan bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan. “Petugas lapangan adalah garda terdepan menjaga keandalan jaringan transmisi. Melalui sinergi dengan Basarnas, kami ingin memastikan mereka dibekali kemampuan dan kesiapsiagaan terbaik dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa Basarnas siap mendukung penuh program pelatihan tersebut sebagai bagian dari kolaborasi untuk meningkatkan keselamatan publik. Ia menekankan pentingnya kemampuan teknis dan kedisiplinan prosedur bagi petugas PLN yang sering bertugas di medan ekstrem.
Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga juga membahas peluang kerja sama jangka panjang, termasuk penyusunan kurikulum pelatihan teknis dan penyelenggaraan simulasi gabungan antara PLN dan Basarnas di beberapa titik rawan bencana di Sulawesi Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko yang lebih komprehensif dan terencana.
PLN UIP3B Sulawesi turut menyoroti pentingnya integrasi data dan koordinasi informasi kebencanaan. Melalui sinergi ini, PLN berharap dapat mempercepat proses pengambilan keputusan saat terjadi gangguan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, atau faktor alam lainnya. Hal ini menjadi krusial mengingat jaringan transmisi listrik sangat bergantung pada kondisi geografis dan lingkungan sekitar.
Selain itu, audiensi ini juga membahas potensi penyediaan dukungan kelistrikan untuk mendukung operasional Basarnas, terutama pada fasilitas komunikasi, pusat komando, maupun lokasi evakuasi warga saat terjadi keadaan darurat. PLN berkomitmen memastikan suplai listrik tetap andal untuk mendukung mobilitas dan efektivitas tim SAR.
Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan petugas PLN dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik, terutama pada situasi gangguan maupun kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PLN UIP3B Sulawesi dan Basarnas berkomitmen menghadirkan layanan publik yang semakin responsif, aman, dan andal bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Editor : Ayurahmi Rais