MANADOPOST.ID– Dalam rangka memastikan keandalan dan keamanan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero) melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik strategis sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan.
Kegiatan ini meliputi peninjauan kesiapan pembangkit dan infrastruktur kelistrikan serta pemantauan kesiapan pengaturan beban, guna memastikan sistem kelistrikan beroperasi aman dan terkendali selama masa siaga Nataru.
Ketua Komite BPH Migas sekaligus Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026, Erika Retnowati, dalam kunjungan ke PLTU Palu 3 menyampaikan bahwa pasokan listrik di Sulawesi Tengah berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pasokan listrik Sulawesi Tengah melebihi kebutuhan sehingga masih tersedia cadangan daya. Kami mengapresiasi kesiapsiagaan dan langkah mitigasi yang telah disiapkan PLN untuk mendukung perayaan Natal dan Tahun Baru agar berjalan aman dan nyaman,” ujar Erika.
Selaras dengan hal tersebut, Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Adi Lumakso, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke PLN UP2B Sistem Makassar merupakan bagian dari penguatan pengawasan dari Manajemen selama masa siaga Natal dan Tahun Baru 2026.
“Pemantauan langsung ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengaturan beban, mitigasi risiko, serta koordinasi lintas unit berjalan optimal.
Dari hasil peninjauan, operasi sistem, strategi pengendalian risiko, serta kesiapan personel dan peralatan pendukung di pusat pengaturan beban telah dipersiapkan dengan baik, sehingga sistem kelistrikan Sulawesi dapat beroperasi secara aman dan andal selama periode Nataru,” ujar Adi Lumakso.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, melalui pemaparan teknis menyampaikan bahwa selama periode Siaga Natal dan Tahun Baru 2025–2026 yang berlangsung dari tanggal 18 Desember 2025 sampai 8 Januari 2026, Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) berada dalam kondisi aman dan terkendali dengan beban puncak tertinggi diperkirakan mencapai 1.852,67 MW dan cadangan daya 332,4 MW.
Sehingga secara keseluruhan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dipastikan siap dan andal melayani kebutuhan listrik masyarakat selama periode Nataru.
“PLN UIP3B Sulawesi memastikan seluruh personel pengatur beban dan sistem operasi berada dalam kondisi siaga penuh selama Nataru.
Melalui penguatan koordinasi lintas unit, kesiapan infrastruktur, serta penerapan sistem pengendalian yang andal, kami berkomitmen menjaga pasokan listrik Sulawesi tetap aman dan stabil agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman,” jelas Fermi.
Selama periode Siaga Kelistrikan Nataru 2025–2026, PLN menyiagakan 934 personel yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk pembangkit, gardu induk, pusat pengaturan beban (dispatcher), serta tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang bersiaga 24 jam. Selain itu, 22 Posko Siaga Natal dan Tahun Baru dioperasikan di seluruh wilayah kerja PLN UIP3B Sulawesi.
Seluruh petugas dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD), peralatan teknis, serta kendaraan operasional yang telah dipastikan dalam kondisi aman dan siap digunakan, meliputi 105 unit genset gardu induk, 11 unit Emergency Restoration System (ERS) standby, 3 unit trafo mobile, 11 unit DC mobile, 2 unit forklift, 6 unit oil purifier, 6 unit crane, 68 unit mobil operasional, dan 102 unit sepeda motor, guna mendukung keandalan sistem transmisi dan gardu induk selama masa siaga.
“Saat ini seluruh personel telah standby di posko-posko siaga, peralatan dan kendaraan operasional juga dipastikan siap. PLN turut berkolaborasi dengan aparat kepolisian, rumah sakit, BMKG, serta instansi terkait lainnya. Kami mohon dukungan dari seluruh pelanggan agar masa siaga ini dapat berjalan lancar, sehingga PLN dapat memberikan pelayanan kelistrikan yang optimal kepada masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” tutup Fermi Trafianto.
Editor : Ayurahmi Rais