MANADOPOST.ID– Bank SulutGo (BSG) mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Perdana yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Pulau Jawa, Senin (5/1).
Momentum awal tahun ini menjadi titik tolak strategis bagi BSG untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi.
Dalam arahannya, Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Thimotius Luntungan menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026.
Ia menggarisbawahi bahwa industri perbankan adalah industri kepercayaan (trust), sehingga penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah harga mati.
Selain itu, Luntungan juga menekankan pentingnya integritas kepemimpinan, kekompakan, dan penyelarasan visi dalam mencapai tujuan perusahaan. "Satu, dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi lebih dari itu, sangat fatal bagi karier Anda sekalian. Jangan nodai karier Anda," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama BSG Revino Pepah memaparkan refleksi kinerja tahun 2025.
Ia menjelaskan di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (low to grow) dan pemulihan pasca-Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif.
"Total aset tumbuh 12,51% mencapai Rp 23,7 Triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06% mencapai Rp 16,2 Triliun, dan Laba Bersih mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24 persen (YoY)," bebernya.
Namun, BSG juga menghadapi beberapa tantangan di tahun 2025, seperti pertumbuhan kredit yang tercatat 3,94% dan rasio NPL (Non-Performing Loan) yang mengalami kenaikan menjadi 2,9%.
"Oleh karena itu, BSG berencana untuk memperbaiki kualitas kredit dan meningkatkan efisiensi biaya di tahun 2026," katanya.
Menatap tahun 2026, Pepah menetapkan strategi besar yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola, Ekspansi Bisnis Berkualitas, dan Optimalisasi Biaya.
BSG menargetkan pertumbuhan total aset sebesar 6,8% mencapai Rp 25,3 Triliun, pertumbuhan kredit sebesar 7,5% mencapai Rp 14,5 Triliun, dan pertumbuhan laba sebesar 19,1% mencapai Rp 440 Miliar.
Untuk mencapai target tersebut, BSG akan terus berupaya meningkatkan kualitas kredit, efisiensi biaya, keamanan IT, dan budaya kerja yang baik.
BSG juga akan mengusung semangat "Homo Homini Socius" (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya.
Apel perdana ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi untuk mencapai target laba dan membawa BSG menjadi bank yang lebih tangguh, tumbuh, dan terpercaya.
Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, BSG yakin dapat mencapai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor : Ayurahmi Rais