MANADOPOST.ID - Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado resmi menutup Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) setelah beroperasi selama 21 hari.
Penutupan posko ini ditandai dengan pelaksanaan apel penutupan yang berlangsung di area lobi keberangkatan bandara.
General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko, memimpin apel penutupan yang diikuti oleh 72 personel internal dan 35 personel eksternal dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan Basarnas.
Dalam sambutannya, Radityo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang telah berkolaborasi menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan operasional bandara selama masa Posko Nataru.
Ia menuturkan, selama periode Posko Nataru, Bandara Internasional Sam Ratulangi mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pergerakan pesawat udara tercatat tumbuh sebesar 14,2 persen dengan total pergerakan pesawat udara sebesar 1.294 penerbangan, jumlah total penumpang sebanyak 130.446 atau naik sebesar 12 persen, serta volume kargo total 1.234 ton atau mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen," bebernya.
Lanjutnya, puncak arus kedatangan penumpang terjadi pada 22 Desember 2025 dengan jumlah 7.013 penumpang, meningkat 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 3 Januari 2026 dengan total 7.001 penumpang, atau naik sebesar 13,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Radityo juga menyampaikan optimisme bahwa tahun 2026 akan terjadi kenaikan pesawat dan penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Beberapa maskapai penerbangan telah melakukan perbaikan dan penambahan rute, termasuk rencana penambahan rute Taipei ke Manado.
"Dengan berakhirnya Posko Nataru 2026, operasional Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado kembali berjalan normal.
Manajemen bandara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan serta memperkuat sinergi lintas instansi demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa bandara," kuncinya.
Editor : Ayurahmi Rais