Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Melalui Monitoring Pasokan BBM, PELNI dan BPH Migas Pastikan Kelancaran Layanan di Arus Balik Nataru

Ayurahmi Rais • Selasa, 6 Januari 2026 | 23:18 WIB

 

Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga, bersama jajaran lainnya usai monitoring di Pelabuhan Bitung, selasa (1/6/2026)
Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga, bersama jajaran lainnya usai monitoring di Pelabuhan Bitung, selasa (1/6/2026)

 

MANADOPOST.ID — Selasa (6/1) PT Pelayaran Indonesia (PELNI) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan langsung pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada kapal di Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional kapal selama arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pemantauan ini dilakukan melalui proses bunkering pada KM Sangiang yang dihadiri Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga, Kepala Cabang PELNI Bitung Juni Samsudin, serta Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama jajaran Komite dan Pengawas BPH Migas.

Photo
Photo

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama PELNI Tri Andayani menjelaskan esensi dari monitoring yang dilakukan. Hal ini merupakan bagian dari upaya strategis perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan BBM, khususnya pada periode dengan intensitas pelayaran yang meningkat.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan proses bunkering berjalan optimal dan sesuai standar operasional, terutama pada masa arus balik Nataru 2025/2026,” ujarnya.

Perempuan yang sering disapa Anda ini menuturkan, PELNI menggandeng PT Sucofindo dalam proses bunkering guna memastikan kualitas dan kuantitas BBM yang diterima kapal telah sesuai ketentuan.


“Melalui pengawasan bersama PT Sucofindo, kami memastikan pengisian BBM memenuhi standar, baik dari sisi mutu maupun jumlah,” katanya.

Dirinya memaparkan, selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, kebutuhan BBM untuk 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis PELNI diperkirakan mencapai 17.000 hingga 18.000 kiloliter (KL), atau meningkat sekitar 9–12 persen dibandingkan periode normal.

Saat ini, PELNI mengoperasikan 84 armada kapal dengan dukungan 32 titik homebase bunkering reguler di seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pada masa puncak Nataru, perusahaan menambah dua titik bunkering baru di Ambon dan Bitung

“Penambahan titik bunkering ini dilakukan agar distribusi BBM tetap terjaga di tengah peningkatan frekuensi pelayaran,” bebernya.

Untuk tahun 2026, lanjutnya, kebutuhan BBM operasional PELNI diproyeksikan mencapai sekitar 220 ribu KL guna mendukung pengoperasian 84 kapal, dengan estimasi anggaran subsidi sekitar Rp1,5 triliun.

Sementara itu, realisasi penggunaan Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) pada 2023 tercatat sebesar 186 ribu KL untuk 26 kapal. Angka tersebut menurun menjadi 179 ribu KL pada 2024 akibat penghentian sementara operasional KM Umsini, dan diperkirakan kembali menurun menjadi sekitar 177 ribu KL pada 2025 seiring pengoperasian 25 kapal.

Anda memastikan melalui sinergi dengan BPH Migas dan pemangku kepentingan terkait, PELNI memastikan pasokan BBM kapal tetap aman untuk mendukung kelancaran arus balik Nataru 2025/2026 serta operasional pelayaran sepanjang tahun.

Selain itu, PELNI terus mendorong efisiensi dan keberlanjutan energi melalui pemanfaatan teknologi terkini pada armada baru serta perawatan sistem bahan bakar kapal guna mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan dan target net zero emission.

“Kami berkomitmen menjaga keandalan dan efisiensi penggunaan BBM melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal,” pungkasnya.

Editor : Ayurahmi Rais