Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Manado untuk Indonesia, Usai Merger Jatim-Jakarta, BPR Dana Raya Resmi Naik Kelas Jadi BPR Nasional

Asyer Rokot • Jumat, 23 Januari 2026 | 11:08 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID-- Dari tanah Sulawesi Utara, sebuah bank daerah menorehkan sejarah nasional. PT BPR Dana Raya resmi bertransformasi menjadi BPR Nasional setelah penggabungan (merger) dua entitas PT BPR Dana Raya yang beroperasi di Jawa Timur dan Jakarta. Momentum bersejarah ini dikukuhkan dalam Ceremonial Merger yang digelar di Menara Dana Raya, Jumat (23/1).

Langkah strategis ini menjadikan BPR Dana Raya Manado sebagai satu-satunya BPR asal Sulut yang telah berstatus nasional, sekaligus menandai babak baru perjalanan perbankan daerah Sulawesi Utara di kancah nasional.

Prosesi peresmian merger turut disaksikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan sektor keuangan.

Direktur Utama BPR Dana Raya, Hanny Mamoto, menyebut Januari 2026 sebagai tonggak sejarah penting bagi institusi yang dipimpinnya. Setelah berdiri sejak 2010 sebagai bank murni milik daerah Sulut, BPR Dana Raya kini memulai fase baru sebagai BPR Nasional.

“Ini bukan sekadar merger. Ini adalah sejarah bagi kami. Dua BPR Dana Raya di luar daerah resmi bergabung, dan BPR Dana Raya Manado kini melangkah sebagai BPR Nasional,” ujar Hanny.

Pasca penggabungan, total aset BPR Dana Raya tercatat mencapai Rp995,6 miliar dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 24,4 persen, mencerminkan kondisi permodalan yang kuat dan sehat. Ke depan, manajemen menargetkan BPR Dana Raya tumbuh sebagai bank yang solid, efisien, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Tujuan kami jelas: menjadi bank yang sehat, kuat, dan efektif melayani masyarakat, khususnya sektor UMKM,” tegasnya.

Kebanggaan daerah turut ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Dr. J. Victor Mailangkay. Ia menyebut merger ini sebagai bukti kedewasaan korporasi dan kemampuan perbankan daerah Sulut dalam menjawab tantangan ekonomi nasional yang penuh ketidakpastian.

“Hari ini kita menyaksikan lahirnya entitas perbankan yang tangguh. BPR Dana Raya membuktikan bahwa bank daerah Sulut mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional,” kata Mailangkay.

Apresiasi juga datang dari Bank Indonesia Perwakilan Sulut. Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Darmawan T.B. Hutabarat menilai merger ini akan memperluas inklusi keuangan, memperkuat intermediasi perbankan, sekaligus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah.

“Kehadiran BPR Nasional yang semakin kuat menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi Sulut. Kami berharap BPR Dana Raya dapat menjangkau petani milenial dan UMKM dengan skema pembiayaan yang inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar menegaskan dukungan regulator terhadap penguatan industri BPR di tengah dinamika ekonomi global. Ia mengingatkan pentingnya tata kelola, manajemen risiko, dan transformasi digital seiring dengan membesarnya skala usaha.

“Kami mengapresiasi pertumbuhan BPR Sulut yang positif. Dengan size yang lebih besar, BPR Dana Raya diharapkan semakin memperkuat governance dan digitalisasi, tanpa melupakan dampak ekonomi bagi masyarakat Sulut,” tegas Sianipar.

Dengan status baru sebagai BPR Nasional, BPR Dana Raya diharapkan menjadi simbol kebangkitan perbankan daerah Sulawesi Utara bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai penggerak ekonomi rakyat dari Sulut untuk Indonesia. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot