MANADOPOST.ID — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 16 Manado terus menunjukkan komitmen dalam mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki orientasi ekspor.
Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat struktur ekonomi Sulawesi Utara melalui pengembangan sektor produktif dan hilirisasi komoditas unggulan daerah, terutama kelapa.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Manado, David Sihombing, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa dan Peluang Ekspor Berbasis KUR untuk Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan yang digagas Manado Post, Selasa (3/2/2026).
Dalam FGD ini David memaparkan arah kebijakan pembiayaan BRI yang kini semakin pro-ekspor, seiring berlakunya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa regulasi terbaru ini membawa perubahan signifikan dalam skema penyaluran KUR, baik KUR Mikro maupun KUR Kecil.
Pemerintah bersama perbankan, termasuk BRI, memberikan perlakuan khusus bagi sektor perdagangan dan produksi yang berorientasi ekspor. Salah satu perubahan krusial adalah pelonggaran pembatasan frekuensi pinjaman, sehingga pelaku usaha ekspor tidak lagi dibatasi dalam mengakses pembiayaan selama memenuhi prinsip kehati-hatian dan kelayakan usaha.
Selain itu, suku bunga KUR untuk sektor berorientasi ekspor ditetapkan sebesar 6 persen, baik untuk KUR Mikro maupun KUR Kecil. Untuk KUR Kecil, plafon kumulatif pembiayaan juga diperluas hingga Rp500 juta.
"Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat daya saing, serta mendorong UMKM naik kelas dari pasar domestik menuju pasar global," harapnya.
Keseriusan BRI Region 16 Manado dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut juga tercermin dari realisasi pembiayaan KUR sektor produksi pada Januari 2026.
Berdasarkan data penyesuaian suku bunga KUR 6 persen, tercatat total 22.704 debitur dengan outstanding kredit mencapai Rp1,118 triliun di wilayah kerja regional. Khusus BRI Manado, pembiayaan KUR telah menjangkau 535 debitur dengan total outstanding sebesar Rp28,493 miliar.
Capaian ini menunjukkan peran aktif BRI Manado dalam menyalurkan pembiayaan produktif yang tidak hanya berorientasi pada penyerapan kredit, tetapi juga pada kualitas dan dampak ekonomi jangka panjang.
Menurut David, sektor produksi menjadi fokus utama karena memiliki efek berganda yang besar terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, serta penguatan ekspor daerah.
Sulut sendiri memiliki potensi besar pada komoditas kelapa dan berbagai produk turunannya.
Dengan dukungan pembiayaan KUR yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha ekspor, BRI optimistis industri pengolahan kelapa di Sulut dapat berkembang lebih agresif dan berkelanjutan. Produk-produk seperti minyak kelapa, virgin coconut oil (VCO), hingga olahan berbasis kelapa dinilai memiliki peluang besar menembus pasar internasional.
Melalui kebijakan KUR yang lebih inklusif dan realisasi pembiayaan yang konsisten, BRI Region 16 Manado menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah. Dukungan pembiayaan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi Sulawesi Utara menuju struktur ekonomi yang lebih kuat, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.
Editor : Ayurahmi Rais