MANADOPOST.ID — Epson Indonesia resmi meluncurkan lini proyektor portabel terbaru, Epson Lifestudio, yang terdiri dari seri Lifestudio Pop (EF-61G, EF-62N) dan Lifestudio Flex (EF-71, EF-72). Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan hiburan fleksibel di era gaya hidup hybrid, di mana aktivitas berlangsung di berbagai tempat—dari rumah hingga ruang terbuka.
Peluncuran yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, mengusung tema “Style It. Flex It. Blast It.”, menampilkan berbagai skenario penggunaan proyektor: mulai dari ruang keluarga, kamar tidur, ruang gaming, hingga pemutaran film di luar ruangan. Epson ingin menunjukkan bahwa hiburan layar besar kini bisa hadir di mana saja tanpa instalasi rumit.
Secara desain, Lifestudio Pop bahkan telah meraih Good Design Award 2025 dan masuk Top 100 Products berkat tampilannya yang minimalis dan elegan. Bobotnya yang ringan—hanya 1,6 kg untuk model Pop—membuat perangkat ini mudah dibawa bepergian.
Seri Lifestudio Flex, khususnya model EF-72, menawarkan fungsi rotasi proyeksi ke dinding, langit-langit, atau permukaan lain tanpa perlu memindahkan furnitur. Menariknya, EF-72 juga berfungsi sebagai lampu ambient dan speaker nirkabel, serta dapat ditenagai power bank USB-C untuk penggunaan di luar ruangan.
Dari sisi performa, seluruh model Lifestudio dibekali Triple Core Engine™ dan teknologi 3LCD, menghasilkan warna tajam tanpa efek pelangi, dengan kecerahan hingga 1.000 lumen. Audio didukung Sound by Bose, sementara akses hiburan dipermudah melalui Google TV™. Fitur otomatis seperti koreksi keystone, penyesuaian warna dinding, dan penghindaran objek juga disematkan untuk pengalaman plug-and-play.
Menurut Zanipar SA Siadari, Head of Product Marketing Visual Instrument & Corporate Product Epson Indonesia, seri Lifestudio dirancang menyatu dengan gaya hidup modern: ringkas, fleksibel, dan andal untuk menciptakan pengalaman sinematik di mana pun pengguna berada.
Dengan peluncuran ini, Epson menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi visual yang relevan dengan kebutuhan hiburan dan produktivitas masa kini.(ame)
Editor : Amelia Beatrix