Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

63% Pendapatan Asli Daerah Sulut Sulut Dibayarkan Via Digital

Ayurahmi Rais • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:48 WIB

 

Ilustrasi Pembayaran Digital.
Ilustrasi Pembayaran Digital.

MANADOPOST.ID – Transformasi digital fiskal di Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkat. Mengutip data yang dipaparkan Kepala Perwakilan BI Joko Supratikto, hingga semester II 2025, total Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibayarkan melalui kanal digital mencapai 63,36 persen. 

Dalam paparannya, Joko menyebut, hasil penilaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), realisasi penerimaan melalui kanal digital seperti QRIS, internet banking, SMS/mobile banking, dan e-commerce mencapai Rp873,03 miliar. Jumlah ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur PAD Sulut.

Sebaliknya, pembayaran melalui kanal konvensional seperti agen bank dan teller tercatat Rp409,59 miliar atau 29,73 persen dari PAD. Dan kanal nondigital seperti ATM, EDC, dan UE Reader hanya menyumbang Rp2,2 miliar atau 0,16 persen,. 

Komposisi ini menunjukkan perubahan perilaku pembayaran masyarakat dan wajib pajak. "Kanal digital kini menjadi pilihan utama dalam menunaikan kewajiban pajak dan retribusi daerah," jelasnya, di sela kegiatan HLM, Senin (23/2).

Lanjutnya, secara sistem, Sulut juga mencatat Indeks ETPD sebesar 95 persen dengan kategori digital.

Namun, pada aspek realisasi, capaian masih berada di angka 68 persen. Artinya, kesiapan infrastruktur dan regulasi sudah sangat baik, tetapi optimalisasi pemanfaatan seluruh kanal pembayaran masih perlu ditingkatkan.

Diketahui, dominasi pembayaran digital memberi sejumlah dampak positif.

Pertama, transparansi penerimaan meningkat karena transaksi tercatat otomatis dalam sistem perbankan.

Kedua, efisiensi administrasi membaik karena proses pembayaran lebih cepat dan minim biaya operasional. Ketiga, potensi kebocoran dapat ditekan karena mengurangi transaksi tunai. 

Editor : Ayurahmi Rais
#PAD Sulut #sulawesi utara #Digitalisasi #pendapatan asli daerah (PAD)